alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Long Weekend, Sehari 17 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Solo-Ngawi

29 Oktober 2020, 05: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Kendaraan plat luar kota mendominasi Tol Trans Jawa, terpantai dari junction exit tol Klodran, Colomadu, kemarin.

Kendaraan plat luar kota mendominasi Tol Trans Jawa, terpantai dari junction exit tol Klodran, Colomadu, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Arus lalu lintas pada libur panjang atau long weekend ini mulai bergeliat. Antisipasi kepadatan dan kemacetan di titik-titik rawan mulai dilakukan. Baik jalan umum, jalan tol, maupun jalur wisata.    

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo mengatakan, kenaikan volume kendaraan ke luar dan masuk Solo mulai terlihat sejak Selasa (27/10) hingga kemarin (28/10). “Titik kepadatan di area sekitar batas kota dan sekitar gerbang tol Klordan,” terang dia.   

Berdasarkan pendataan sementara atau traffic count, saat ini ada 10 ribu kendaraan ke luar dan masuk Kota Solo sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. “Lalu lintas jalan kota terpantau padat hingga Rabu siang pukul 12.00. Seperti di sekitar Overpass Manahan,” jelas dia.

Untuk mengurai kepadatan, petugas sudah siaga. Termasuk layanan derek apabila ada kendaraan rusak di jalan. Sedangkan untuk mencari rute agar tidak terjebak kepadatan, pengguna bisa mengakses aplikasi info lalin dishub.

Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di ruas tol Solo-Sragen sejak awal pekan ini. Pada Senin lalu (26/10), tercatat 13.352 kendaraan melintas. Kemudian Selasa (27/10), meningkat 17.220 kendaraan. “Kemungkinan akan begitu sampai libur panjang ini selesai,” terang General Manajer Teknik Operasi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Saktia Lesan Dianasari.

Pada hari normal, volume kendaraan rata-rata dalam sehari berkisar di angka 10 ribu - 11 ribu. Pada long weekend ini melonjak, bahkan mendekati rata-rata harian sebelum terjadi pandemi. “Sebelum pandemi rata-rata 13 ribu - 14 ribu kendaraan per hari. Kemudian saat pandemi 10 ribu - 11 ribu kendaraan per hari. Dua hari terakhir lebih dari 13 ribu per hari. Kenaikannya sekitar 157,9 persen atau 57 persen lebih tinggi dari hari normal,” jelas Saktia.

Sebagai antisipasi lonjakan pengguna tol di masa pandemi, pihaknya meningkatkan pengawasan dan pelayanan terkait protokol kesehatan. Berbagai alat di gerbang tol selalu disemprot dengan cairan disinfektan tiga kali sehari. Khususnya di bagian-bagian paling sering bersentuhan dengan tangan. “Pandemi ini kami lebih berhati-hati dalam mengelola dan antisipasi penularan Covid-19. Hal-hal detail kami perhatikan,” terang Saktia.

Di sisi lain, social distancing dan physical distancing juga diterapkan dengan baik. Pengelola tol menerapkan kebijakan 50 persen untuk akses fasilitas umum seperti rest area dan lainnya. 

“Meja dan kursi kami beri tanda dan pembatas mana yang boleh digunakan dan mana yang tidak agar jarak aman tetap terpenuhi, khususnya di area pujasera. Akses rest area dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas maksimal. Pengunjung selalu kami cek keamanan suhu tubuhnya sebelum diperbolehkan masuk area itu,” tutur dia. 

Titik kemacetan juga menjadi perhatian khusus Polres Sukoharjo selama libur panjang akhir pekan ini. Salah satunya simpang tiga tugu Kartasura. Sebab, ini titik pertemuan dari Semarang, Jogja menuju Solo atau Surabaya. 

“Kami sudah siapkan pos mobile di Kartasura. Pengamanan sudah disiapkan dari dishub, TNI, dan Polri serta tim kesehatan,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas. (ves/kwl/bun/ria) 

(rs/ves/kwl/per/JPR)

 TOP