alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Ini Cara Congwayndut Berkarya & Meregenerasi Seniman di Tengah Pandemi

29 Oktober 2020, 09: 41: 07 WIB | editor : Perdana

Talkshow yang digelar Congwayndut sebagai bagian dari workshop Menelisik Intelektualitas Nenek Moyang Melalui Seni Budaya

Talkshow yang digelar Congwayndut sebagai bagian dari workshop Menelisik Intelektualitas Nenek Moyang Melalui Seni Budaya (INSTAGRAM CONGWAYNDUT OFFICIAL)

Share this      

KARANGANYAR - Di tengah situasi pandemi Covid-19, Sanggar Seni Congwayndut (Keroncong Wayang Gendut) tetap semangat berkarya. Bahkan meregenerasi seniman sejak dini dengan cara mengadakan kegiatan workshop aplikasi pementasan.

Workshop yang bertajuk “Menelisik Intelektualitas Nenek Moyang Melalui Seni Budaya” ini diadakan mulai Selasa-Sabtu (27-31/10). Kegiatan didukung penuh oleh Kemendikbud.

Peserta workshop meliputi 60 siswa SD, SMP, SMA di Karanganyar. Diharapkan dapat memunculkan bakat baru serta memicu minat generasi muda untuk mencintai wayang dan keroncong.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatian kami atas lemahnya kepedulian generasi muda terhadap seni pertunjukan, khususnya wayang kulit dan keroncong. Terlebih lagi di situasi pandemik yang membuat banyak kegiatan kesenian terhenti, sehingga terasa makin jauh dengan masyarakat,” tutur Dwi Suryanto, creator Sanggar Congwayndut.

Kemasan acara berbentuk talkshow dan workshop dengan hasil akhir karya yang dapat dipentaskan. Mengawali kegiatan di hari pertama, ada talkshow dengan narasumber Endah Laras (seniman keroncong), Nanang HP (seniman wayang urban), dan perwakilan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI.

“Kami mengadakan kegiatan interaktif untuk para siswa di Karanganyar yang mulai jenuh belajar dirumah. Setelah di hari pertama mengikuti talkshow, pada hari kedua hingga keempat, kami ajak peserta mengikuti workshop sesuai minat dan bakatnya masing-masing," papar Muhammad Subhan, ketua pelaksana.

Kegiatan workshop yang diadakan cukup beragam dengan mentor seniman-seniman yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya Bermain Bayang-bayang dengan mentor Ki Cahyo Kuntadi, Membuat Wayang bersama Bibit Jrambang, Musik Keroncong bersama Saptoharyono, Musik Perkusi bersama Joko Porong. Ksemudian, Lagu Dolanan bersama Max Baihaqi, Teater diampu Nanang HP, Menari bersama Bagus Supriyono, Konten Kreatif bersama Topik Sudirman.

“Setelah mengikuti rangkaian workshop, di hari kelima, peserta ditantang untuk mementaskan secara langsung kemampuan yang diperolehnya dan ditayangkan secara live di channel Youtube Congwayndut Official pada Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 19.30," ujar Subhan.

Narasi cerita pada pertunjukan tersebut murni dibuat oleh para siswa dan diaplikasikan dalam panggung pentas yang dikolaborasikan dengan Congwayndut. Demi keselamatan bersama, penerapan protokol kesehatan dilakukan sepanjang acara. (*/ndi/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP