alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Izin Tatap Muka SMK/SMA Tak Perlu ke Provinsi, Cukup di Cabang Dinas

30 Oktober 2020, 11: 25: 46 WIB | editor : Perdana

Kepala Cabdin Wilayah VII Disdikbud Jateng Suyanta.

Kepala Cabdin Wilayah VII Disdikbud Jateng Suyanta. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Baru dua SMA/SMK di eks Karesidenan Surakarta yang akan memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Yakni SMAN 3 Surakarta dan SMK St. Mikael. Nah, sekolah lain di Solo dan Sukoharjo didorong segera memulai PTM. Sebab, pengurusan izinnya cukup mudah.

Pengajuan izin simulasi PTM SMA/SMK, kini tanpa harus ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah atau ke gubernur Jateng. Namun, cukup melalui cabang dinas (cabdin) masing-masing wilayah.

“Baru satu SMA dan satu SMK. Karena telah memiliki dokumen, sarana-prasarana (sarpras) lengkap, membuat video simulasi, serta memenuhi persyaratan lainnya. Berikutnya, yang menentukan simulasi PTM adalah cabdin,” terang Kepala Cabdin Wilayah VII Disdikbud Jateng Suyanta. 

Regulasi baru ini sudah disampaikan ke sekokah-sekolah. Bagi SMA/SMK yang sudah siap, diimbau segera ajukan izin ke cabdin. Selanjutnya, cabdin akan melapor ke Disdikbud Jateng. “Setelah usulan cabdin dikembalikan dan direvisi (Disdikbud Jateng), tugas kami memverifikasi,” imbuhnya.

Jika sekolah lolos verifikasi, baik dokumen maupun lapangan, surat izin simulasi PTM diterbitkan. Bagi yang belum memenuhi syarat, diminta melengkapi sesuai masukan hasil verifikasi. 

“Setelah pengajuan, proses verifikasi lapangan dan dokumen, sampai paparan, maksimal satu minggu. Itu sebagai jaminan bahwa keselamatan siswa betul-betul diusahakan maksimal. Sudah ada beberapa SMA/SMK di Solo dan Sukoharjo yang sudah mengajukan,” bebernya.

Suyanta menegaskan, tidak ada kewajiban rapid maupun swab test. Namun, jika sekolah ingin melakukan mandiri, dipersilakan. “Tidak ada paksaan siswa harus ikut simulasi PTM. Kalau ada yang tidak diizinkan orang tuanya, jangan dipaksakan masuk,” katanya. (rgl/fer/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya