alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Uji Coba PTM SMAN 3 & SMK St Mikhael Solo, Hanya Diikuti 50-an Siswa

03 November 2020, 11: 16: 28 WIB | editor : Perdana

Uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Surakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Surakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – SMAN 3 Surakarta dan SMK St Mikael Surakarta memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) kemarin, (2/11). Dua sekolah ini akan menjadi percontohan selama dua pekan. Bila hasilnya baik, maka sekolah lain bakal menyusul.

Berdasarkan pantauan di SMAN 3 Surakarta, hanya 51 siswa yang diizinkan masuk, terbagi dalam dua shift. Shift pertama diikuti 26 siswa mulai pukul 07.00-09.00 dan shift kedua diikuti 25 siswa mulai pukul 10.00-12.00. Siswa yang masuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Sekolah juga membagikan masker dan faceshield pada siswa. 

Dilanjutkan dengan mencuci tangan dengan westafel injak. Sehingga tidak perlu menyentuh keran. Siswa juga dilakukan pengecekan suhu. Ada yang dicek dengan thermogun, ada pula yang memakai pengukur suhu dengan sensor. Siswa mengisi form kesehatan diri dan menunggu di depan kelas yang telah dibuat berjarak. Sebab, yang diperbolehkan membuka ruang kelas hanya guru. 

Penanggung jawab pembelajaran SMAN 3 Surakarta Wardi mengatakan, pembelajaran perdana ini digelar secara daring dan luring. Namun, materi telah disampaikan guru melalui daring. Sehingga siswa yang di kelas juga menyimak melalui ponsel masing-masing. Dengan jadwal pembelajaran sesuai jadwal saat pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

“Kami terapkan prokes secara ketat. Dan diawasi oleh para guru. Sebanyak 51 siswa dibagi menjadi dua shift. Tiap shift menempati satu ruang kelas. Jadi kami menyediakan empat kelas untuk PTM ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Karena ruang kelas ber-AC, pintu dibiarkan terbuka agar sirkulasi udara baik. Wardi menjelaskan, sekolah melakukan perekapan kondisi siswa dan aktivitas di luar sekolah. Di mana hal tersebut membutuhkan kejujuran siswa dalam mengisi. Selain itu, evaluasi dilakukan setiap hari dan dua pekan setelahnya. 

Kepala SMAN 3 Surakarta Agung Wijayanto mengatakan, pelaksanaan simulasi PTM tahap satu berjalan baik. Dan pekerjaan rumah (PR) sekolah lebih pada penyediaan infrastruktur sarpras sesuai standar operasional prosedur (SOP) PTM. Karena di fase kedua sekolah diizinkan memasukkan siswa dengan jumlah dua kali fase PTM pertama. Yakni bisa 100 siswa. 

“Kami pikirkan tahap berikutnya yang lebih besar apakah bisa lanjut. Sekolah harus mencari formulasi dengan pertambahan peserta sehingga perlu antisipasi. Makanya kami evaluasi setiap hari. Selain itu, kami juga akan melaporkan hasilnya pada Disdikbud Jateng setelah dua pekan simulasi," katanya. 

Selain itu, siswa yang ikut simulasi PTM hanya yang diizinkan orang tua. Sebanyak 51 siswa yang ikut simulasi merupakan siswa yang diproyeksikan lulus lebih cepat. Dan sesuai SOP PTM siswa tidak diizinkan naik kendaraan umum. Siswa yang tinggal di lingkungan dengan kasus positif Covid-19 juga tidak diizinkan masuk. Karena itu, sekolah akan rutin mengecek kesehatan siswa dan catatan riwayat bepergian. 

“Sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan dilakukan tiap PTM selesai. Meja juga diberi penomoran untuk satu siswa. Yang jelas, PTM ini untuk mengatasi psikososial anak kelas X sekaligus pengenalan sekolah. Jadi nanti kami evaluasi harian dan mingguan,” terangnya. 

Terpisah, SMK Sr Mikael juga menggelar simulasi PTM perdana. Namun, sekolah tidak langsung mengadakan pembelajaran. Kepala SMK St Mikael Albertus mengatakan, simulasi PTM perdana ini dibagi dalam dua shift. Shift pertama mulai pukul 07.00-11.00 dan shift kedua mulai pukul 12.00-16.00. Dengan masing-masing shift diikuti 27 siswa kelas XII. 

“Guru piket mulai bekerja pukul 06.15 untuk mengarahkan siswa supaya sesuai prokes. Mulai parkir, cek suhu, masuk bilik penyemprotan desinfektan, presensi, dan masuk ruang transit. Agenda hari pertama diisi dengan sosialisasi dan rapid test bagi siswa. Sekaligus sebagai seleksi bahwa siswa layak atau tidak untuk masuk praktik pada Selasa,” terangnya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya