alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Politeknik Indonusa Kembangkan Potensi Ekonomi Desa Nglurah

04 November 2020, 08: 40: 09 WIB | editor : Perdana

BERBAGI ILMU: Pelatihan eksplorsi hingga packaging produk kopi menggung di Desa Nglurah Tawangmangu, Kamis (15/10). Narasumber acara ini adalah Henny Kustini, S.ST.Par., M.M., Yohanes Martono Widagdo, S.ST., MM.Par. dan Bambang Riyanto, S.ST., MM.Par

BERBAGI ILMU: Pelatihan eksplorsi hingga packaging produk kopi menggung di Desa Nglurah Tawangmangu, Kamis (15/10). Narasumber acara ini adalah Henny Kustini, S.ST.Par., M.M., Yohanes Martono Widagdo, S.ST., MM.Par. dan Bambang Riyanto, S.ST., MM.Par

Share this      

KARANGANYAR – Untuk mengembangkan desa wisata menjadi maju, sekaligus mandiri, Kementerian Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak perguruan tinggi untuk mengembangkan desa. Yakni melalui pendampingan terarah, terukur, dan dapat dimonitoring.

Program ini telah diikuti 109 perguruan tinggi yang menyebar di seluruh provinsi di Indonesia, salah satunya kampus Politeknik Indonusa Surakarta yang terpilih mendampingi desa wisata. Politeknik Indonusa membina Kampung Wisata Sewu Kembang di Desa Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar.

Ketua Tim Pendampingan  Desa Wisata Politeknik Indonusa, Henny Kustini mengatakan, Desa Nglurah, Tawangmangu sudah menjadi desa binaan kampus Politeknik selama dua tahun terakhir. Desa ini terpilih karena memiliki potensi wisata luar biasa, seperti tanaman hias yang selalu menjadi mata pencaharian penduduk dan adat istiadat dan mitos-mitosnya yang masih kental di masyarakat.

”Desa ini terpilih untuk dikembangkan karena banyak potensi. Kami harus membuka pengetahuan dan kesadaran terlebih dahulu kepada masyarakatnya. Baru setelah itu dilakukan pendampingan yang terarah. Ini karena tidak semua masyarakat desa wisata paham betul tentang sadar wisata,” ucapnya.

Menurutnya, desa ini tidak hanya mengandalkan potensi tanaman hias. Masih banyak potensi lain yang harusnya bisa lebih dikembangkan. Diantaranya budidaya kopi menggung, tanaman herbal, dan pengelolaan limbah.     

“Setelah kami buka kesadarannya, kami identifikasi potensi desanya apa saja. Kami dampingi terus, dari  pelatihan, marketingnya, mencari higiene sanitasi, hingga pengelolaan limbahnya. Karakter setiap desa berbeda-beda,” ungkapnya.

Sementara itu sebanyak 13 mahasiswa Politeknik Indonusa diturunkan untuk mendampingi masyarakat Desa Nglurah. Mereka bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), semacam karang taruna di sana. 

“Mahasiswa akan dibantu Pokdarwis dengan penempatan pengabdian beberapa bulan di sana. Sedangkan dosen akan datang setiap seminggu atau dua minggu sekali untuk memberikan pendampingan,” tuturnya.

Henny melanjutkan, Politeknik Indonusa saat ini telah mendampingi Desa Nglurah selama dua tahun. Target yang akan direalisasikan dalam tiga tahun adalah menjadikan desa ini menjadi lebih mandiri.

“Harapannya masyarakat Nglurah jadi lebih aware tentang potensi daerahnya. Kedua, masyarakat jadi tahu bahwa Nglurah tidak hanya berpotensi tanaman hias, tapi banyak produk lain yang bisa direalisasikan untuk lebih dikembangkan,” terangnya.

Desa Nglurah memang mempunyai sebutan sebagai Desa Sewu Kembang. Desa ini telah mengekspor tanaman hias hingga ke negeri Malaysia dan luar kota, tak heran jika tanaman hias merupakan sebagian besar mata pencaharian utama masyarakat di sana. (ryn/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya