alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tatap Muka Perdana 3 SMP di Solo Lancar, Ada Ortu Siswa Batalkan Izin

04 November 2020, 19: 44: 36 WIB | editor : Perdana

SMPN 4 Surakarta menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk pilot project uji coba pembelajaran tatap muka.

SMPN 4 Surakarta menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk pilot project uji coba pembelajaran tatap muka. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar perdana di tiga SMP/MTsN di Solo, pagi ini (4/11), berjalan lancar. Protokol kesehatan (prokes) dijalankan secara ketat dengan pengawasan dari guru. Namun, ada beberapa orang tua siswa membatalkan izin mengikuti simulasi PTM. 

Pelaksanaan simulasi PTM jenjang SMP digelar di SMPN 4 Surakarta, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTsN 1 Surakarta.  Pantauan Jawa Pos Radar Solo di SMPN 4 Surakarta, pelaksanaan simulasi berjalan relatif lancar. Saat pengantaran siswa tidak terjadi antrean kendaraan yang membuat kerumunan. Sekolah juga mengantisipasi dengan mengatur lalu lintas orang tua yang mengantar. 

Kepala SMPN 4 Surakarta Sri Wuryanti mengatakan, hasil rapid test seluruh perserta PTM dinyatakan nonreaktif oleh RSUD Bung Karno. Sehingga pelaksanaan simulasi PTM dapat dilakukan sesuai kelas dan jadwal pelajaran yang direncanakan. PTM hanya untuk mata pelajaran (mapel) nasional, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan Matematika. 

"Mulai pukul 08.00-10.00 anak-anak langsung kegiatan belajar mengajar (KBM), tidak ada istirahat. Siswa tetap di kelas sampai nanti dipanggil saat penjemputan. Pembelajaran seperti biasa. Bedanya anak-anak yang di rumah diberi kesempatan belajar sama persis seperti di sekolah. Guru tetap mengajar dengan zoom," terang dia. 

Wuryanti menjelaskan, tidak ada perbedaan materi belajar siswa yang mengikuti PTM maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dia juga menekankan peran serta orang tua. Sebab, keberadaan anak di sekolah hanya dua jam. Selebihnya, orang tua harus mawas diri dalam menjaga anak dari paparan Covid-19. 

"Ada 289 siswa kelas XII. Dan yang diizinkan hanya 219 anak. Sebanyak 119 ikut simulasi PTM fase pertama, sisanya ikut fase kedua. Tapi ada juga orang tua yang tadinya belum mengizinkan, ini meminta supaya anak ikut fase dua. Tapi tetap saya tekankan, kalau ragu-ragu mending tidak usah," katanya. 

Sementara itu, Kepala SMP Al Azhar Syifa Budi Mustaghfirin mengatakan, pelaksanaan simulasi PTM berjalan lancar. Sekolah membuka dua gerbang depan untuk menghindari antrean kendaraan saat pengantaran dan penjemputan siswa. Awalnya simulasi PTM ini akan diikuti 19 siswa. Namun, ada beberapa orang tua yang mencabut izinnya. 

"Pelaksanaannya lancar dan berjalan sesuai rencana. Yang mengikuti simulasi PTM sekarang hanya 12 anak. Karena ada yang membatalkan izinnya dari orang tua. Bisa jadi memang kondisi anak beda. Ada yang sakit, ada yang memang membatalkan izin orang tua. Pembatalan izin juga disampaikan secara lisan," terangnya. 

Sebanyak 12 siswa yang mengikuti PTM fase pertama ini dibagi dalam dua kelas sesuai rombongan belajar (rombel) masing-masing. Kemudian, pada simulasi PTM fase kedua nantinya diikuti rombel ketiga dengan peserta 13 siswa. Sejauh ini belum ada informasi pembatalan izin dari peserta fase kedua simulasi PTM. 

"Tadi juga dimonitoring oleh disdik. Meski pesertanya sedikit, tetap jalan terus. Karena arahannya untuk siswa lebih pada pembiasaan perilaku new normal saat di sekolah," katanya.

Di tempat lain, pantauan di MTsN 1 Surakarta, pelaksanaan simulasi PTM juga berjalan lancar. Di mana orang tua hanya bisa mengantar dan menjemput di luar gedung sekolah. Hal tersebut untuk menghindari kerumunan dan memudahkan arus lalu lintas. Simulasi PTM fase pertama ini diikuti 96 siswa, setelah hasil rapid test dinyatakan nonreaktif. 

"Dari awal kami kasih angket. Dan dari sekitar 309 siswa, yang diizinkan hanya sekitar 200 siswa. Maka kami masukkan dalam dua fase. Semua wajib di-rapid test sebelum dan sesudah PTM. Sedangkan siswa yang PJJ tetap belajar daring. Ada yang e-learning, ada juga guru yang live streaming," ujar Waka Sarpras MTsN 1 Surakarta Kuncara. 

Dalam perizinan dan standar operasional prosedur (SOP) PTM, MTsN 1 Surakarta diikutkan Disdik Kota Surakarta. Termasuk SOP sarana prasarana (sarpras) dan prokes Covid-19. Mulai dari pengantar hanya sampai depan sekolah, dilanjutkan siswa masuk untuk cek suhu, mencuci tangan, masuk bilik disinfektan, baru masuk kelas masing-masing. 

"Tiap kelas hanya diisi 16 anak saja. Jaraknya kami buat 1,5 meter. Dan guru juga bertindak sebagai pengawas prokes selama siswa di sekolah. Karena awal ini kami fokusnya di pelaksanaan prokes dan pembiasaan di era new normal. Untuk mengantisipasi anak agar tidak terpapar," katanya. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP