alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Outfit Rumahan, Tren Fashion di Tengah Pandemi

08 November 2020, 22: 47: 06 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Masker beraneka motif batik bikinan salah satu UMKM di Kota Solo, Minggu (8/11).

Masker beraneka motif batik bikinan salah satu UMKM di Kota Solo, Minggu (8/11). (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO, Radar Solo – Selama pandemi Covid-19, cukup banyak pengusaha batik di Kota Solo yang berhasil survive. Semua tak lepas dari inovasi produk. Selain masker, produk yang diminati pasaran, yakni outfit rumahan.

Ya, tren batik di masa pandemi covid-19 mulai bergeser ke fashion baju rumahan dan daster. Keduanya mulai booming sejak adanya kebijakan work from home (WFH) dan pembatasan sosial.

“Desain batik baju rumahan kami buat lebih santai dengan bahan rayon yang nyaman. Baik untuk tidur maupun dipakai ke acara semiformal. Bisa untuk santai, tapi juga untuk meeting secara virtual,” terang owner salah satu industri batik di Kota Solo Ardiyanto Soewono, Minggu (8/11).

New normal kits juga jadi buruan konsumen. Sebut saja, pouch wadah hand sanitizer, tisu, masker, dan sebagainya. Juga shopping bag untuk berbelanja, menghindari penggunaan troli atau keranjang.

“Sejak Maret, offline store kami mengalami penurunan penjualan hampir 80 persen. Karena ada pembatasan kunjungan dan jam operasional. Sekarang mulai membaik. Selama delapan bulan ini kami betul-betul berusaha survive. Tidak mem-PHK karyawan,” imbuhnya.

Trik survive selain inovasi produk, yakni mengurangi produksi yang menggunakan mesin. “Pasar ekspor saat pandemi juga 0 persen. Tapi sekarang sudah ancang-ancang. Banyak negara membuka keran impor. Seperti Jepang, Eropa, dan Amerika. Tapi paling banyak kami ekspor ke Jepang,” bebernya.

Sementara itu, owner industri batik lainnya Esti Kiswandari mengaku kebanjiran pesanan dari luar negeri. Pemasaran dilakukan lewat online. Selain marketplace, juga memanfaatkan media sosial biar terus terhubung dengan customer lama. Diakuinya, penjualan online membantu melebarkan sayap bisnisnya.

“Saya sering dapat pesanan masker dari luar negeri. Sekarang saya sedang kerjakan pesanan untuk dikirim ke Hawaii. Baru mencari ekspedisinya. Sebelumnya juga ada pesanan dari Jerman, Australia, dan Swedia,” tandasnya. (aya/fer)

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP