alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Obat Rindu di Sirkuit, Crosser Latihan Bersama: Ivan Harry Tetap Ganas

09 November 2020, 12: 12: 29 WIB | editor : Perdana

Sesi latihan bersama di Sirkuit IHN 33, Gondangrejo, Karanganyar, kemarin, mampu mengobati kerinduan para crosser untuk mengegas.

Sesi latihan bersama di Sirkuit IHN 33, Gondangrejo, Karanganyar, kemarin, mampu mengobati kerinduan para crosser untuk mengegas. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak event olahraga dibatalkan. Di antaranya kejuaraan motocross. Padahal event kejurnas hingga ajang trial game jadi agenda rutin yang diikuti para crosser.

Untuk sedikit mengobati kekecewaan crosser karena tak bisa berlaga di sirkuit, mereka pun menggelar latihan bersama di lintasan Sirkuit IHN 33, Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (8/11).

“Sudah kangen sekali untuk bisa balapan. Karena pandemi, kejuaraan yang harusnya bisa saya ikuti tahun ini batal digelar semua. Saya pun cukup jarang latihan. Harapannya semoga pandemi segera berakhir, jadi kami bisa balapan lagi,” ujar atlet motocross nasional Ivan Harry Nugraha.

Pandemi membuat Ivan melampiaskan hobinya berolahraga dengan  hal-hal di luar sirkuit maupun lintasan balap. Dia memilih rutin berlari beberapa kilometer di beberapa titik di Kota Solo. Maupun ikut berlatih bulu tangkis atau sepak bola dengan rekan-rekannya. Ini dia lakukan agar imunnya tetap terjaga.

“Yang penting harus tetap berkeringat. Main motocross atau sepak bola sama melelahkannya,” tutur Ivan.

Sementara dalam ajang latihan, kemarin, crosser andalan Kota Solo tersebut benar-benar menunjukkan kualitasnya. Hampir setahun tak berkompetisi karena pandemi Covid-19, ternyata tarikan kuda besinya tetap tak boleh diragukan. Bermain di sirkuit pribadi miliknya, Ivan tanpa ampun mengasapi peserta lainnya. Dia jadi yang tercepat di kelas MX Old Pro.

Ivan meraih catatan poin sempurna (25, 25) di dua moto. Pesaingnya, Irwan Ardiansyah asal Jogja harus puas ada di tempat kedua. Begitu juga Dadang (Trenggalek) dan Johan Sriwijaya (Caruban) harus legawa finish di posisi ketiga dan keempat.

Wakil Solo lainnya, yakni sukses jadi yang tercepat adalah Rudy Jaya di kelas MX Old c 55 T (hobi dan nonmantan pembalap). Sementara itu, dua wakil Jawa Timur sukses menjadi yang tercepat di kelasnya. Yakni Dadang (MX Old B 45+) dan M Nizar (MX Old A 35+)

Dua wakil Jogja juga sukses unjuk gigi. Crosser wanita Sheva Arnella Ardiansyah yang juga anak dari Irwan Ardiansyah, sukses meraih hasil sempurna di kelas MX Child 85 cc. Di dua race, dia menjadi yang tercepat di moto 1 maupun moto 2. Tempat kedua juga diraih wakil Kota Gudeg, yakni Gane Sasongko.

Kelas MX Child 65 cc dipegang oleh Ivan Valrosi. Dia menjadi yang tercepat di dua race. Teman sekotanya, Fano harus puas di tempat kedua dengan raihan  42 poin.

”Acara ini hanya sebatas latih tanding. Ini biar atlet tidak kaku. Karena banyak yang sudah menanti acara seperti ini. Pesertanya pun berasal dari komunitas di motocross,” ucap ketua panitia, Wahyu Gareng.

Di acara latihan bersama ini protokol kesehatan tetap dijalani. Beberapa penonton juga diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan. Untuk titik menonton juga disebar dan diantisipasi tak berkerumun di satu titik.   

”Antusias warga sekitar yang mau nonton memang besar. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan karang taruna setempat untuk penerapan protokol kesehatan dan menyosialisasikannya. Seperti wajib pakai masker,” terangnya. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP