alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Kantin Balai Kota Solo Di-Lockdown

10 November 2020, 11: 12: 45 WIB | editor : Perdana

Tidak ada akvititas di kantin balai kota, kemarin (9/11). Tempat tersebut ditutup hingga Jumat (13/11).

Tidak ada akvititas di kantin balai kota, kemarin (9/11). Tempat tersebut ditutup hingga Jumat (13/11). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Klaster perkantoran di lingkungan Pemkot Surakarta masih jadi perhatian serius. Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta memutuskan menutup sementara aktivitas di kantin kompleks Balai Kota Surakarta mulai kemarin (9/11) hingga lima hari ke depan, Jumat (13/11). Kebijakan tersebut menyusul salah seorang pemilik kios menjadi kontak erat pasien Covid-19 lingkungan perkantoran pemkot.

“Pasien positif tersebut adalah salah seorang pegawai di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta. Dia sehari-hari berada di kantin dengan istrinya. Makanya kami putuskan lockdown mengingat pasti ada interaksi. Kami langsung menggelar tracing pada Senin (kemarin), disusul pengambilan swab,” beber Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani, kemarin. 

Di kompleks kantin balai kota terdapat beberapa warung makan. Rata-rata warung makan diisi sekitar tiga orang karyawan. Pemkot berencana melakukan tracing dan uji swab kepada mereka yang beraktivitas di kantin setempat.

“Semuanya di-swab. Nanti kalau hasilnya sudah keluar, ya boleh buka lagi,” jelas Ahyani.

Dari mana sumber penularan pasien positif di dinkes tersebut? Ahyani belum bisa memastikan. Menurutnya, siapa saja bisa tertular maupun menularkan, meski tak memiliki gejala. Oleh sebab itu, satgas meminta masyarakat selalu menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Sekarang sudah nggak ada batas dari dalam kota atau luar kota. Kalau ASN (aparatur sipil negara) kami kan hampir separonya domisili luar kota, makanya nggak terdeteksi dari mana-mananya (sumber penularan)," beber Ahyani. 

Sebelumnya, pemkot juga melakukan pembatasan operasional atau penutupan sebagian layanan RSUD Ngipang. Hingga saat ini, pegawai rumah sakit yang tertular Covid-19 sudah mencapai 26 orang.

Mereka terdiri atas perawat, tenaga pendukung, dokter, fasilitator atau tenaga kebersihan, serta tenaga pendukung yang lain. “Mereka saat ini kami tarik ke RSUD Bung Karno untuk karantina mandiri. Mayoritas asimptomatik (tanpa gejala)," pungkasnya. (ves/wa/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP