alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Potensi Crosser Cilik Luar Biasa: Mereka Bakal Harumkan Nama Indonesia

10 November 2020, 15: 57: 26 WIB | editor : Perdana

Crosser mengikuti latihan bersama di kelas MX Child 65 CC saat latihan bersama di Sirkuit IHN 33, Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (8/11).

Crosser mengikuti latihan bersama di kelas MX Child 65 CC saat latihan bersama di Sirkuit IHN 33, Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (8/11). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Latihan bersama (latbar) di Sirkuit IHN 33, Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (8/11), menjadi sebuah harapan besar bagi banyak pihak. Apalagi banyak pembalap cilik yang juga ikut bergabung. Para crosser pun berharap pandemi segera berakhir agar sirkuit kembali ramai dengan kejuaraan.

Para senior yang ikut terjun maupun memantau latihan bersama menilai, banyak pembalap cilik yang cukup potensial. Khususnya jika melihat di kelas MX Child 85 CC, MX Child 65 CC, MX Child 250 CC (maksimal 18 tahun).

“Acara seperti ini memang bagus buat anak-anak untuk menambah jam terbang. Peserta di kelas kecil, saya lihat talentanya bagus-bagus. Saya yakin di masa depan mereka bisa harumkan nama Indonesia,” ucap panitia acara yang juga crosser senior asal Kota Solo Wahyu Gareng kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kelas MX Child 85 cc dikuasai Sheva Anela Ardiansyah. Crosser asal Jogja ini jadi satu-satunya peserta perempuan dalam latihan. Dan hebatnya lagi, di kelasnya dia tak tertandingi. Dia sukses mengasapi pesaingnya, seperti Dhanu Ramadhan (Karanganyar), Kirania (Magelang), dan tiga crosser asal Jogja lainnya, yakni Gane Sasongko, Akmal, dan Jaden.

Jam terbang Sheva memang tak perlu diragukan lagi. Dia sempat berlatih di Malaga, Spanyol awal 2019. Sheva Ardiansyah adalah seorang pembalap perempuan motocross, aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional motocross sejak 2013. Dia bahkan sempat mencicipi kejuaraan internasional.

Dara manis berusia 14 tahun ini bahkan sempat adu garuk tanah di Amerika. Tepanya di hajatan bergengsi TWMX Race Series di Milestone, USA, 2018 silam. Mantapnya, Sheva yang notabene di musim ini fokus di kelas SE85 dapat merebut berbagai prestasi.

Seperti meraih podium juara di kelas Novice 85/150F. Dia juga finish ke-5 di kelas Women Open. Padahal lawannya adalah pembalas senior. Di kelas ini Sheva menggunakan SE85, padahal lawannya duduk di motor SE250 hingga SE125.

Sang adik, Ryan Devano Ardiansyah, 7,memang gagal juara di latihan bersama kemarin. Karena hanya bisa finish di posisi ke-3 kelas MX Child 65 CC. Ryan awal tahun sempat ikut kejuaraan di Amerika. Dia finish di urutan ke-7  pada kejuaraan AMA Supercross KTM Junior di San Diego, California, Amerika Serikat akhir Februari 2020. Sebelumnya (23/2), Ryan Ardiansyah juga mengikuti event regional CMXRS Swapmoto El Dorado seri 4 di Los Angeles, dan berhasil finish ke-4 di kelas Pee Wee Open.

Baik Sheva dan Ryan ternyata anak dari pembalap motocross Indonesia Irwan Ardiansyah. Irwan tercatat menorehkan tinta emas tujuh kali menjadi juara nasional.

Crosser asal Kota Solo lainnya Ivan Harry Nugroho yang juga tuan rumah latihan bersama ini, menganggap potensi crosser cilik memang cukup menjanjikan. ”Saya lihat potensi dan kualitas mereka  menjanjikan. Dari tahun ke tahun banyak bermunculan nama-nama baru yang kualitasnya bagus-bagus,” ucap Ivan Harry. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP