alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Nyaru Satgas Covid-19, Sikat Perhiasan Lansia

10 November 2020, 20: 31: 49 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Gelar perkara kasus pencurian emas dengan tersangka Sudarto warga Kota Semarang di Mapolres Boyolali, Selasa  (10/11).

Gelar perkara kasus pencurian emas dengan tersangka Sudarto warga Kota Semarang di Mapolres Boyolali, Selasa  (10/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pandemi Covid-19 justru dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab demi meraup keuntungan. Seperti dilakukan Sudarto, warga Jalan Dr. Ismail, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Dia nekat menyatroni perhiasan emas milik Gimuk, 60, warga Dusun Selomiring RT 05 RW 07, Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Boyolali.

Ceritanya, tersangka mendatangi rumah korban mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol H 4444 US yang belakangan diketahui palsu. Pura-pura sebagai petugas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Sadar korban merupakan lanjut usia (lansia), tersangka langsung menebar tipu muslihat.

Datang sebagai petugas satgas, tersangka pura-pura hendak menyalurkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19. Menyebut korban sebagai salah seorang warga yang berhak mendapatkan bantuan uang tunai. Agar meyakinkan, tersangka menawarkan mengantar korban mengambil langsung dana bantuan di kantor.

“Syaratnya, korban diminta melepas perhiasan emas yang dikenakan. Lalu perhiasan tersebut disimpan korban di dalam kantong jaket di dalam rumah,” terang Wakapolres Boyolali Kompol Ferdy Kastalani saat gelar perkara di mapolres setempat, Selasa (10/11).

Di tengah jalan, tersangka menghentikan motornya. Meminta korban turun. Berdalih karena korban tidak membawa tanda pengenal (e-KTP) dan kartu keluarga (KK).

Tersangka lalu balik ke rumah korban. Menggasak perhiasan yang ada di kantong jaket. Setelah itu, tersangka kabur. Di perjalanan, perhiasan dijual Rp 1,5 juta.

Korban yang sadar telah ditipu, melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Setelah menerima laporan, Tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali langsung bergerak melakukan penyelidikan. Tersangka akhirnya berhasil dicokok di kediamannya.

Turut diamankan sejumlah barang bukti kejahatan. Di antaranya sepeda motor dan uang tunai Rp 1,5 juta hasil penjualan perhiasan emas. “Tersangka dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” imbuh Ferdy.

Saat ditanya, tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksi kejahatan ini. Dia sengaja memanfaatkan celah di tengah pandemi Covid-19. “Emas saya jual ke tukang patri di Kabupaten Semarang. Rencana uangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP