alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Komplotan Pembobol PT Pan Brother Dibekuk, 3 Pelaku Karyawan Pabrik

12 November 2020, 09: 19: 02 WIB | editor : Perdana

Tersangka dihadirkan dalam gelar perkara pencurian pabrik tekstil di Mapolres Boyolali, kemarin (11/11).

Tersangka dihadirkan dalam gelar perkara pencurian pabrik tekstil di Mapolres Boyolali, kemarin (11/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pabrik tekstil PT Pan Brother Tbk di Desa Batuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali dibobol maling. Pelakunya tujuh orang plus tiga orang penadah. Ironisnya, dari ketujuh pelaku tersebut, tiga di antaranya berstatus karyawan pabrik.

Para pelaku tersebut, yakni MA, FA, DP, KS, EP, DA, dan AR. Mereka membobol lebih dari 1.000 potong hasil produksi. Yakni jaket, kaus, dan celana branded siap ekspor yang disimpan di dalam gudang.

Pembobolan dilakukan tiga kali. Yakni pada 4, 11, dan 24 Oktober. Saat beraksi, komplotan ini berbagi tugas. Tiga orang yang berstatus karyawan, masuk ke pabrik dengan cara memanjat pagar sisi belakang. Sedangkan komplotan lainnya berjaga-jaga di luar.

Barang yang diincar, dimasukkan ke kantong plastik besar. Kemudian dilempar ke luar pagar, tempat di mana komplotan lain berjaga. “Saya melompat pagar, lalu masuk bersama dua teman yang juga karyawan pabrik,” kata pelaku DAK saat gelar perkara di Mapolres Boyolali, kemarin (11/11).

Barang bukti hasil kejahatan dijual ke SS, warga Jurang Jero, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten yang berstatus penadah. Per potong antara Rp 250 ribu. “Pertama laku Rp 75 juta. Kemudian kedua laku Rp 15 juta. Saat mau menjual yang ketiga, belum sempat dapat uang karena ditangkap polisi,” imbuhnya.

Oleh SS, barang curian tersebut dijual kembali via online kepada dua penadah asal Tangerang, Banten, MS dan MAD. “Saya jual lagi kepada konsumen melalui online dengan harga per potong Rp 500 ribu. Saya bilang sisa ekspor. Ternyata barang tersebut banyak yang minat,” ujar MS.

Wakapolres Boyolali Kompol Ferdy Kastalani menjelaskan, kasus tersebut baru dilaporkan ke pihak berwajib pada 14 Oktober atau setelah kejadian kedua. Tim Sapu Jagat Satreskrim Polres Boyolali langsung bergerak melakukan penyelidikan. Identitas pelaku berhasil diketahui dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Tak butuh waktu lama bagi Tim Sapu Jagat membekuk ketujuh pelaku di rumah masing-masing. Termasuk ketiga penadah. Ketujuh pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut dijerat pasal 363 KUHP. Sedangkan tiga orang penadah dikenakan pasal 480 tentang pertolongan jahat.

“Selain puluhan barang bukti hasil pencurian, kami juga mengamankan tiga sepeda motor yang dibeli dari uang hasil kejahatan tersebut,” terang wakapolres. (wid/fer/ria) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP