alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

SE Hajatan di Boyolali Keluar, Ini Aturan Mainnya

12 November 2020, 20: 17: 06 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ilustrasi tamu menyapa pemilik hajatan dan kedua mempelai dari dalam mobil saat simulasi di halaman kantor Kebangpol Boyolali, Selasa (27/10).

Ilustrasi tamu menyapa pemilik hajatan dan kedua mempelai dari dalam mobil saat simulasi di halaman kantor Kebangpol Boyolali, Selasa (27/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kabar gembira bagi masyarakat yang hendak menggelar hajatan. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Boyolali beri lampu hijau hajatan, pekan ini. Melalui penerbitan surat edaran (SE) dan sosialisasi video simulasi hajatan.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boyolali Suratno menjelaskan, video sudah disebar melalui media sosial. Isinya berupa simulasi hajatan yang sesuai protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. Simulasi berlangsung di halaman kantor kesbangpol, Selasa (27/10).

“Video simulasi hajatan sudah kami evaluasi. Dan secara keseluruhan, simulasi berjalan baik dan sesuai harapan. Semoga ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang hendak menggelar hajatan. Sekaligus seniman, pelaku usaha, serta jasa yang berhubungan dengan hajatan,” terangnya, Kamis (12/11).

Sesuai regulasi, hajatan hanya diperbolehkan dengan sistem banyu mili (air mengalir). Sesuai prokes, baik tamu, tuan rumah, dan lainnya, wakib mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun, pakai hand sanitizer, dan dicek suhu tubuhnya.

Setelah tamu mengisi buku hadir, langsung menyapa pemilik hajatan dan kedua mempelai. Itu pun dengan jarak yang sudah ditentukan. Kemudian diarahkan pulang. Tanpa ada sesi santap hidangan di tempat. Selain itu, hajatan dilarang digelar malam hari.

“Boleh mengundang berapa pun tamu silakan. Tidak dibatasi. Mau 500 tamu, 1.000 tamu, silakan. Asalkan ya itu tadi, banyu mili,” tandasnya.

Lewat video simulasi tersebut, Suratno berharap tidak muncul klaster penyebaran Covid-19 dari hajatan di Kota Susu. Sekaligus menggeliatkan lagi perekonomi masyarakat.

“(Pelaku usaha) yang terlibat dalam kegiatan hajatan ini banyak sekali. Mulai dari vendor, jasa persewaan alat pesta, hasil pertanian, hingga peternakan. Dengan begitu perputaran ekonomi di masyarakat melaju cepat,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP