alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Tertabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Bu Guru Tewas

13 November 2020, 22: 11: 03 WIB | editor : Perdana

Sepeda motor matic milik korban terpental setelah bertabrakan dengan KA Argo Wilis di perlintasan tanpa palang pintu.

Sepeda motor matic milik korban terpental setelah bertabrakan dengan KA Argo Wilis di perlintasan tanpa palang pintu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak kereta api saat melintas di perlintasan kereta api ilegal di perbatasan Desa Mayang, Kecamatan Gatak dan Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo Jumat (13/11) siang. Korban terpental sejauh 20 meter karena kerasnya benturan dengan Kereta Api Argo Wilis.

Korban yakni S, 37, warga Tegalsari, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. S yang diketahui berprofesi sebagai guru mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nopol AD 2959 M. Korban melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu dari arah timur ke barat sekitar pukul 10.45.

"Korban dari arah timur mau menyeberang ke barat dalam kondisi pelan. Kereta apinya dari Solo ke Jogja (Argo Wilis)," kata Danang Priambodo, 28, warga Purbayan, Baki sekaligus saksi kejadian itu.

Korban yang tertabrak kereta, terpental hingga beberapa meter dari lokasi. Sementara kondisi motor yang digunakan korban tampak rusak parah hingga menjadi dua. 

"Dari jauh kereta sudah menyalakan klakson berkali-kali, tapi kemungkinan korban kurang memperhatikan," kata Danang.

Proses evakuasi dibantu oleh sejumlah relawan dari Untung Suropati dan pihak kepolisian. Proses evakuasi ini juga disaksikan oleh anggota keluarga korban. Bahkan beberapa dari mereka tak kuat menahan air matanya saat melihat jasad korban dimasukkan ke mobil ambulans. (kwl/ria)


(rs/kwl/per/JPR)

 TOP