alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Pilkada di Masa Pandemi, KPU: Sulit Saingi Partisipasi Pemilu 2019

14 November 2020, 12: 10: 01 WIB | editor : Perdana

Pasangan cabup-cawabup Sukoharjo Etik Suryani-Agus Santosa dan Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa saat pengundian nomor urut.

Pasangan cabup-cawabup Sukoharjo Etik Suryani-Agus Santosa dan Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa saat pengundian nomor urut. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Partisipasi pemilih menjadi salah satu indikator suksesnya pemilihan umum (pemilu). Nah, di masa pandemi, diprediksi sulit menyaingi partisipasi pemilih pada pemilu sebelumnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Suci Handayani menuturkan, partisipasi pemilih dalam pemilu serentak 2019 sebesar 82,25 persen. Persentase tersebut melampaui target nasional kala itu, yakni 77,5 persen. Bahkan partisipasi pemilih di Kota Makmur dalam Pemilu 2019 tertinggi sejak Pemilu 2004, yaitu sebesar 80 persen.

"Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati, gubernur, legislatif maupun presiden cenderung naik turun," ujarnya.

Mengacu data KPU Sukoharjo, tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD 2004 sebesar 80,83 persen. Kemudian pemilihan presiden putaran I sebesar 78,39 persen  dan menurun pada pemilihan presiden putaran II yaitu 76,59 persen.

Pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sukoharjo 2005, tingkat partisipasi masyarakat sebesar 72,68 persen. Mengalami penurunan menjadi 61.80 persen pada pemilihan gubernur 2008.

Setahun berikutnya, tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan anggota DPR,DPD, DPRD 2009  sebesar 70,60 persen dan 71,60 persen pada pemilihan presiden.

Penurunan partisipasi pemilih kembali terjadi pada pemilihan presiden 2014 dan pemilihan bupati 2015 menjadi  66,19 persen. Sementara pada pilgub 2018, partisipasi pemilih 73,51 persen.

Di masa pandemi, penyelenggara pemilu harus lebih keras mencapai target partisipasi pemilih. Suci memprediksi, cukup sulit untuk menyamai partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019 yang mencapai 82 persen. “Target kami minimal sama dengan target nasional yakni 77 persen,” ungkapnya.

Selain partisipasi pemilih, KPU Sukoharjo juga harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan dalam seluruh tahapan pemilu. Di antaranya memastikan seluruh petugas dari tingkat kabupaten hingga desa bebas Covid-19 dengan diwajibkan menjalani rapid test.

Ditambahkan Suci, jumlah maksimal pemilih di satu TPS sebanyak 500 orang. Disiapkan pula tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, serta sarung tangan plastik untuk pemilih.

Ada pula sarung tangan medis untuk petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), masker, tempat sampah, face shield alat pengukur suhu tubuh, serta penyemprotan disinfektan di TPS. (kwl/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP