alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Rekor Ledakan Kasus Covid Kota Solo, Tambah 106 Pasien

16 November 2020, 07: 01: 10 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ledakan penambahan kasus Covid-19 kembali terjadi di Solo. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta menyebut ada penambahan 106 kasus baru pada Minggu (15/9) malam. Pemkot pun berupaya gerak cepat menyelesaikan surat keputusan (SK) tenaga pendukung untuk penanganan pasien Covid-19.

Kepala Dinkes Kota Surakarta Siti Wahyuningsih membenarkan bahwa terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi, mencapai 106 kasus per Minggu malam. Rinciannya 19 orang merupakan suspek naik kelas, enam orang dari hasil tes mandiri, dan 81 lainnya dari hasil tracing yang dilalukan dalam beberapa waktu terakhir. 

"Paling tinggi dari yang pernah ditemukan di Solo. ini perpanjangan dari 34 indek kasus," jelas dia, Minggu (15/11) malam.

Mayoritas pasien baru itu datang dari klaster keluarga yang muncul sebelumnya, yang kemudian berbuntut dan menulari sejumlah orang lainnya. Karena penambahan kasus ini, dinkes bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta bakal melakukan tracing dengan jangkauan lebih luas pada beberapa waktu ke depan. 

"Ada yang perawatan langsung dibawa ke rumah sakit, tapi mayoritas penambahan ini mereka yang asimptomatik (tidak bergejala)," terang perempuan yang akrab disapa Ning itu.

Melihat penambahan kasus itu, pemkot melakukan sejumlah pembaruan aturan, mulai dari merevisi ketentuan penyelenggaraan hajat nikah dan lain sebagainya. Selain itu, upaya pembentukan tim khusus berupa tenaga pendukung untuk penanganan pasien kini diupayakan lebih cepat. 

"Aturan di ruang publik sudah kami perbarui lewat SE (surat edaran) yang baru, sementara pakai itu dulu. Kami juga upayakan untuk segera membentuk tenaga pendukung untuk penanganan pasien Covid-19," papar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani.

Saat ini, SK tenaga pendukung itu sedang dirumuskan sebelum memulai rekruitmen. Di sisi lain, pemkot masih menyiagakan Dalem Joyokusuman dan Dalem Priyosuhartan untuk rumah karantina. 

"SK tenaga pendukung sedang diinventarisasi untuk melihat apa saja kebutuhanya. Soal rumah karantina karena lonjakan kasus, mereka yang tak bergejala diberikan hak untuk memilih karantina mandiri atau di fasilitas kota. Jadi itu pilihan mereka, asal berlangsung selama 14 hari. Tantangannya di pengawasan selama karantina mandiri berlangsung," tutup Ahyani.  (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP