alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

2 Paslon Wonogiri Adu Strategi Rebut 120 Ribu Suara Pemilih Pemula

16 November 2020, 11: 52: 25 WIB | editor : Perdana

Paslon bupati-wakil bupati Wonogiri Joko Sutopo-Setyo Sukarno dan Hartanto-Joko Purnomo.

Paslon bupati-wakil bupati Wonogiri Joko Sutopo-Setyo Sukarno dan Hartanto-Joko Purnomo. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

WONOGIRI – KPU Wonogiri merilis data demografi pemilih di Pilkada 2020 berdasarkan usia. Pemilih kategori pemula dan milenial mencapai 120.959 orang.

Ketua KPU Wonogiri Toto Sihsetyo Adi mengatakan, data tersebut berdasarkan daftar pemilih sementara yang telah dimutakhirkan dan ditetapkan pada pleno terbuka Minggu (13/9) lalu. Pemilih antara 15-17 tahun sebanyak 14.716 orang, rinciannya laki-laki 7.597 orang dan 7.119 lainnya perempuan. Sementara pemilih antara 18 tahun-24 tahun sebanyak 106.242 orang dengan rincian laki-laki 54.909 orang dan sisanya 51.334 lainnya perempuan.

”Saat ini juga masa pemeliharaan, yang pindah dari Wonogiri atau masuk ke Wonogiri dan juga bila ada yang meninggal,” ungkapnya.

Menurut Toto, ratusan ribu pemilih dalam rentang usia 15-24 tahun adalah pemilih pemula dan milenial. Kantong suara ini juga dinilainya cukup besar di kontestasi pilkada 2020 bulan depan dengan total 120.959 orang pemilih.

”Mereka ini sangat strategis untuk diperebutkan. Di 2024 mereka sudah dewasa dan punya peran yang juga strategis,” kata dia.

Ketua Tim Pemenangan Josss (Joko Sutopo-Setyo Sukarno) Sriyono mengatakan, pihaknya tidak memiliki strategi khusus dalam menggaet para pemilih pemula dan milenial tersebut. Menurut dia, pada masa kepemimpinan Joko Sutopo sebagai bupati Wonogiri, kebijakan yang diambil sudah terbukti kepeduliannya terhadap anak-anak muda.

”Contohnya adalah beasiswa bagi mahasiswa. Di pemerintahan sebelumnya, yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi asal Wonogiri belum ada. Pak Jekek (sapaan akrab Joko Sutopo) sudah memikirkan itu,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Sriyono, perhatian Jekek terhadap anak-anak muda sangat luar biasa. Saat ini Jekek sedang merancang tempat tinggal khusus bagi mahasiswa generasi milenial yang menimba ilmu di Jogjakarta.

”Kami punya sumber daya alam, jumlah penduduk besar, kemudian punya potensi di wilayah. Tinggal SDM-nya yang disentuh. Ini sudah dipikirkan dan dikerjakan oleh beliau, sudah berjalan,” jelasnya.

Terpisah, calon wakil bupati Joko Purnomo dari pasangan Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) mengaku tidak memiliki strategi khusus dalam menggaet suara para pemula dan milenial itu. Sebab, banyak keterbatasan yang ada di tengah pandemi ini untuk berkampanye.

Dia mencontohkan, kampanye daring sulit dilakukan di daerah Wonogiri, khususnya di daerah blank spot. Oleh karena itu, pihaknya lebih memilih untuk melakukan silaturahmi ke daerah-daerah dalam berkampanye.

”Kami berjalan mengalir saja. Sebenarnya kami ingin memanfaatkan teknologi dalam kampanye daring. Tapi saya katakan itu relatif tidak berhasil, sebab banyak faktornya. Penyiapan paket data untuk mereka (peserta kampanye,Red) kan susah juga,” kata dia.

Joko menuturkan, pihaknya memiliki komitmen untuk membangun para pemuda di Wonogiri. Salah satunya adalah menghidupkan dan mengaktifkan kembali berbagai organisasi masyarakat yang ada, khususnya organisasi pemuda seperti karang taruna, organisasi keolahragaan, pemuda tani, dan lain sebagainya.

”Para pemuda ini perlu suatu forum untuk bertukar pikiran. Ke depan akan kami siapkan forum-forum itu. Forum tersebut akan membuat pemuda lebih produktif,” papar dia.

Joko menambahkan, berdasarkan data BPS indeks pembangunan manusia di Wonogiri adalah yang paling rendah di Karesidenan Surakarta. Pihaknya pun khawatir dengan hal tersebut.

”Sekarang kan perlu ajang prestasi keolahragaan, kesenian dan budaya bagi generasi muda. Potensi mereka sangat banyak, ke depan akan kami fasilitasi,” kata Joko. (al/adi/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP