alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Tersangka Kasus Korupsi Kas PT BKK Jawa Tengah Ditahan

16 November 2020, 15: 47: 31 WIB | editor : Perdana

Tersangka W didampingi pengacara dan Kasi Pidsus Kejari Wonogiri Ismu Armanda Suryono menuju mobil yang mengantar ke rutan.

Tersangka W didampingi pengacara dan Kasi Pidsus Kejari Wonogiri Ismu Armanda Suryono menuju mobil yang mengantar ke rutan. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Kejaksaan Negeri Wonogiri melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi ratusan juta rupiah di PD BKK Eromoko yang kini berubah nama menjadi PT BKK Jawa Tengah. Tersangka kasus korupsi itu adalah perempuan berinisial W, 49, mantan karyawan di PD BKK Eromoko.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri Agus Irawan Yustisianto mengatakan, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan keuangan pada 2010-2011 di PD BKK Eromoko. Tersangka W pun telah dipecat dari perusahaan itu pada 2018 silam, setelah bekerja sekitar 10 tahun.

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman, W ditetapkan menjadi tersangka pada Oktober lalu," ungkap Kajari didampingi Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Wonogiri Ismu Armanda Suryono dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Wonogiri Feby Rudi Purwanto, Senin (16/11)

Agus menjelaskan, modus yang dilakukan W sangat simpel. Tersangka yang waktu itu menjabat sebagai kasubid kas sering mengulur waktu dalam cash opname atau pemeriksaan fisik uang kas tunai antara saldo di catatan akuntansi dengan uang kas yang disimpan.

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh W, tidak terlihat adanya kesalahan jumlah uang. Namun, saat cash opname ditindaklanjuti oleh direktur, terbongkar bahwa uang kas yang seharusnya berjumlah Rp 494.518.600 hanya tersisa Rp 24.518.600. Dari situ, dicurigai terjadi penyelewengan.

"W pun mengakui bahwa uang sejumlah Rp 470 juta itu digunakannya untuk kepentingan pribadi. Kami sebelumnya juga telah memeriksa 22 saksi atas kasus tersebut," jelas Agus.

Ditambahkan Agus, uang uang itu bukanlah uang milik nasabah. "Bukan, bukan uang nasabah. Ini uang kas PD BKK Eromoko (PT BKK Jawa Tengah)," tegasnya.

Sebelum ditahan, W telah menjalani rapid test. Hasilnya dinyatakan nonreaktif. Dia pun digelandang menuju Rutan Kelas II B Wonogiri dengan status tahanan titipan penyidik selama 20 hari ke depan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, W dibawa keluar dari ruang penyidik Kejaksaan Negeri Wonogiri pada pukul 10.45. Mengenakan rompi warna oranye, wajahnya tertunduk saat menuju mobil yang bakal mengantarnya ke hotel prodeo.

W didampingi oleh pengacaranya, duduk di kursi belakang. Tak ada suara yang terdengar keluar dari mulutnya yang tertutup masker berwarna merah marun.

"Saat semua sudah komplet, segera kami limpahkan ke pengadilan. Kami upayakan segera, lebih cepat lebih baik," kata Agus.

Penyidik Kejari Wonogiri menjerat tersangka W dengan pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, subsider pasal 3 jo. atau kedua pasal 8 jo. jo. pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Hukuman minimalnya empat tahun penjara," tandas kajari. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP