alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Dorong Eksistensi Rojolele Delanggu 

18 November 2020, 15: 02: 06 WIB | editor : Perdana

SIDAK: Komisi II DPRD Klaten tinjau lahan uji coba padi rojolele srinuk di Desa/Kecamatan Delanggu, kemarin (17/11).

SIDAK: Komisi II DPRD Klaten tinjau lahan uji coba padi rojolele srinuk di Desa/Kecamatan Delanggu, kemarin (17/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Anggota Komisi II DPRD Klaten tinjau lahan percontohan penanaman padi varietas rojelele srinuk di Desa/Kecamatan Delanggu, kemarin siang (17/11). Didampingi Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten. Legislatif ingin agar masa kejayaan padi rojolele asli Delanggu terulang kembali.

“Jadi, Komisi II mendengar ada pengembangan rojolele. Kami meninjau sekaligus ingin tahu. Kemudian, apa yang bisa kami perjuangan supaya beras Delanggu yakni rojolele yang dulunya jadi ikon Klaten benar-benar ada?” ucap Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto.

Legislatif juga ingin memastikan, beras dalam kemasan yang dijual dengan merek rojolele asal Delanggu, bukan oplosan lagi. Sebagai catatan, rojolele varietas baru ini sudah dikembangkan sejak 2013. Namun baru diluncurkan pada 2019. Saat ini masuk tahap uji coba penanaman atau percontohan di 22 kecamatan. Di lahan seluas 162 hektare.

“Setelah ini akan kami tindaklanjuti lewat rapat kerja dengan mengundang DPKPP dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten. Termasuk ketua kelompok petani yang uji coba menanam padi rojolele di 22 kecamatan. Bisa disampaikan, apa-apa saja kebutuhan kelompok petani,” ujarnya.

Kepala DPKPP Klaten Widiyanti menambahkan, hasil kerja sama antara Pemkab Klaten dengan Badan tenaga Nuklir Nasional (Batan), menelurkan varietas padi rojolele srinuk dan srinar. 

“Usai diluncurkan, DPKPP melakukan uji coba di 22 kecamatan. Untuk mengetahui apakah varietas ini cocok ditanam di seluruh wilayah Klaten atau tidak,” bebernya. (ren/fer

(rs/ren/per/JPR)

 TOP