alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Gubernur Ganjar Tegaskan Jateng Tak Izinkan Acara Berpotensi Kerumunan

18 November 2020, 17: 51: 45 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan aturan terkait protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 di Jateng belum dicabut alias masih berlaku. Ini menyusul instruksi pemerintah pusat yang memintas pemerintah daerah bisa tegas menindak acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan. 

Ganjar mengatakan, hingga saat ini belum mengizinkan acara atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Jika memang harus digelar acara yang berpotensi kerumunan, maka harus mengantongi izin dari kepolisian dan Satgas Covid-19 Jawa Tengah. 

"Acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan harus ada izin. Agar kami bisa melakukan pendampingan dan pengecekan. Tapi yang sifatnya ramai-ramai tidak diizinkan," tegas Ganjar di kantornya, Rabu (18/11). 

Upaya-upaya disiplin protokol kesehatan juga tetap berjalan. Seperti operasi yustisi hingga pemberian sanksi pada pelanggar. Menurut Ganjar, selain sebagai upaya pendisiplinan juga sekaligus edukasi pada masyarakat. 

Ganjar beharap para tokoh, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat pun bisa menahan diri dan memberi teladan. Saat ini, pemprov juga tengah memetakan agenda-agenda besar yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Apalagi sebentar lagi memasuki momen tahun baru.  

"Termasuk di tempat-tempat pariwisata kemarin kami sampaikan agar dinas pariwisata juga mengontrol. Kalau sudah berlebihan, tidak terkontrol dengan baik, tutup, bubarkan. Maka, seluruh pihak yang sekarang ingin menyelenggarakan acara dengan keramaian harus betul-betul protokolnya disiapkan," tegasnya. 

Apakah berarti tak boleh membuat kegiatan sama sekali? Dikatakan Ganjar, sebenarnya kegiatan skala kecil bisa saja dilakukan. Namun, harus benar-benar dipastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Sebenernya kalau semua mau menyiapkan dengan protokol yang baik nggak papa. Dibatasi jumlahnya, diatur, duduknya berjarak, pakai masker, di situ ada protokolnya kan aman. Inilah yang disebut sebagai adaptasi kebiasaan baru. Tapi kalau kerumunan yang tidak terkontrol tidak teratur, itu yang sangat membahayakan dan jelas tidak boleh," tandas dia. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP