alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pastikan Akses Internet Lancar, Tambah Bandwidth di Pengungsian Merapi

19 November 2020, 07: 42: 38 WIB | editor : Perdana

Pemasangan jaringan internet di Dusun Girspasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

Pemasangan jaringan internet di Dusun Girspasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. (DISKOMINFO KLATEN FOR RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Tak hanya memastikan ketersediaan tempat tinggal dan logistik yang mencukupi, kebutuhan berkomunikasi para pengungsi Merapi juga diperhatikan serius. Daya akses internet bagi masyarakat di barak pengungsian Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, ditambah. bandwidth dari awalnya 10 Mbps menjadi 30 Mbps.

“Penambahan bandwidth internet itu untuk mempermudah akses komunikasi para pengungsi dengan saudaranya yang jauh. Termasuk mendukung pembelajaran daring bagi anak-anak serta usaha warga di lereng Merapi,” jelas Kepala Diskominfo Klaten Amin Mustofa, Rabu (18/11).

Amin menjelaskan, penambahan bandwidth kali ini juga dimaksudkan untuk mempercepat transformasi informasi petugas di lapangan. Terutama posko operasional yang ada di masing-masing tempat evakuasi sementara (TES) dengan posko lapangan, posko pendamping maupun posko induk. Diharapkan akses komunikasi yang terbangun memudahkan dalam koordinasi antarposko tersebut.

Amin menambahkan, penambahan daya akses internet kali ini juga merupakan perintah bisa dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko usai status Merapi naik menjadi siaga. Maka dari itu, diskominfo langsung bergerak cepat ke lapangan.

“Dalam kondisi darurat kebutuhan informasi juga harus kita pikirkan. Apalagi posisi di atas biasanya sinyal agar sulit. Makanya diskominfo menambah bandwidth ini sehingga memudahkan dalam akses komunikasi,” jelasnya.

Selain itu, penambahan daya akses internet kali ini tidak sekadar memudahkan komunikasi. Tetapi bagi warga lereng Merapi yang memiliki usaha di tengah ancaman bahaya erupsi Merapi juga tetap bisa berjalan. Tentunya dengan memanfaatkan akses internet dalam membantu promosi dan pemasarannya.

Amin menambahkan, setiap desa juga sudah dipasang access point agar bisa diakses secara wireless. Petugas teknis jaringan pun sudah memasang alat tersebut yang digunakan dalam jaringan lokal wireless untuk mengirim dan menerima data. Alur akses menghubungkan pengguna ke pengguna lainnya dalam jaringan

“Berfungsi juga sebagai titk interkoneksi antara WLAN sekaligus berfungsi untuk pengendalian internal. Sistem kerja alat ini bisa dikontrol dari network operation center (NOC) di Diskominfo Klaten,” jelasnya.

Diakui Amin, pembangunan jaringan internet dengan geografis berbukit-bukit seperti di Kecamatan Kemalang memiliki tantangan tersendiri. Berbeda jika membangun jaringan di dalam kota dan antarinstansi lingkungan Pemkab Klaten yang dinilai lebih mudah.

“Diskominfo menjamin untuk jaringan internet antarkota di wilayah kota sangat aman karena sudah dibangun dengan menggunakan media kabel fiber optik (FO). Khusus untuk sebagian besar kecamatan masih sewa jaringan,” ucapnya.

Anggota ORARI Klaten yang bertugas di pos induk antisipasi bahaya erupsi Merapi di Pendapa Pemkab Klaten Didik Gautama mengatakan, berkaca dari kejadian sebelumnya apabila terjadi erupsi alat komunikasi paling efektif menggunakan HT dan jaringan komunikasi lainnya daripada handphone dan sebagainya.

“Peran kami membantu komunikasi apabila terjadi erupsi. Kami komunikasikan lewat HT itu untuk koordinasi berbagai pihak,” ujarnya. (ren/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP