alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Evaluasi Tatap Muka SMA di Solo, Mayoritas Siswa Senang & Ingin Lanjut

19 November 2020, 07: 51: 13 WIB | editor : Perdana

Uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Surakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Surakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA/SMK memasuki pekan ketiga. Sementara ini baru SMAN 3 Surakarta dan SMK St. Mikael yang diizinkan menggelar PTM. Kendati demikian, kebijakan berbeda diambil dua sekolah tersebut.

Di pekan ketiga ini, SMK St. Mikael pilih menambah siswa yang ikut PTM. Mengingat hasil evaluasi dua pekan sebelumnya berjalan baik. Kondisi kesehatan siswa tetap terjaga. 

“Kami tetap lanjut simulasi PTM. Jumlah peserta tambah dari 54 jadi 80 siswa. Penambahan peserta di minggu ketiga ini juga kami rapid test. Agar keamanan dan kesehatan siswa terjamin,” terang Kepala SMK St Mikael Albertus Murdianto. 

Simulasi PTM hanya diperuntukan bagi siswa kelas XII. Materinya sebatas praktikum selama sepekan. Mengingat pekan depan sudah masuk penilaian akhir semester (PAS). Diharapkan siswa tidak kehilangam momen praktikum ini. 

“Minggu depan kami adakan ujian semester daring. Berlaku untuk kelas X, XI, dan XII. Kami juga rutin mengirimkan laporan dan evaluasi harian pada Cabdin VII Disdikbud Jateng,” terangnya. 

Kebijakan berbeda diambil SMAN 3 Surakarta. Kendati diizinkan menambah peserta, namun PTM sementara distop. Waktu yang ada dimanfaatkan untuk evaluasi dan persiapan tahap berikutnya. 

“Uji coba PTM SMA off dulu. Alhamdulillah selama dua minggu pelaksanaan uji coba PTM aman. Untuk SMA di Jateng karena minggu depan penilaian sekolah yang mengajukan izin PTM, maka simulasi diundur setelah penilaian,” terang Kepala SMAN 3 Surakarta Agung Wijayanto. 

Hasil evaluasi melalui angket, 55,1 persen siswa sangat senang ikut PTM. Kemudian 44,9 persen senang mengikuti PTM. Sedangkan 2 persen siswa menganggap PTM dan PJJ sama. Dari sisi penyerapan materi, 98 persen siswa mengaku lebih mudah daripada PJJ. 

“Dalam angket tersebut kami mengambil sampel 49 siswa perserta uji coba PTM. Termasuk 16 guru dan 35 orang tua siswa. Di mana rata-rata jawaban mendukung adanya simulasi PTM,” imbuhnya. 

Kepala Cabdin Wilayah VII Disdikbud Jateng Suyanta menambahkan, tanggapan siswa, guru, dan orang tua jadi bahan evaluasi. Hasilnya, mayoritas senang diadakan PTM. “Minggu pertama dan kedua berjalan baik. Sekolah diberi kewenangan menambah siswa,” bebernya. (rgl/fer/ria) 

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP