alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Dokter Bedah Syaraf RSUP Klaten Meninggal Terkonfirmasi Covid

Belum Pernah Tangani Pasien Covid

19 November 2020, 08: 01: 56 WIB | editor : Perdana

RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Jumlah tenaga kesehatan yang berguguran selama pandemi Covid-19 terus bertambah. Kali ini, seorang dokter spesialis bedah syaraf Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Soeradji Tirtonegoro Klaten yakni AP, 39, meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin (18/11).

Hal itu dibenarkan Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten Juli Purnomo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo.

”Benar (Positif Covid-19). Kami perkiraan terpapar temannya di Jakarta. Saat itu menjenguk temannya yang sakit, ternyata Covid-19,” jelas Juli.

Lebih lanjut Juli menjelaskan, AP dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada 26 Oktober lalu. Usai menjalani perawatan selama dua pekan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, kemudian dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo. Setelah itu, dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya hingga akhirnya meninggal dunia.

”Betul yang bersangkutan meninggal dunia di Surabaya dan dimakamkan di sana. Setahu saya dia tidak memiliki penyakit penyerta,” jelas Juli.

Pihaknya juga menegaskan jika sang dokter spesialis bedah syaraf itu selama ini belum pernah menangani kasus Covid-19. Meski rumah sakit milik pemerintah pusat itu sering kali menjadi rujukan utama untuk penanganan pasien Covid-19 di Klaten dan sekitarnya.

Juli mengungkapkan, dokter yang meninggal dunia dengan terkonfirmasi positif Covid-19 ini baru kasus pertama di RSUPD dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Maka itu, pihaknya akan lebih menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga tidak ada tenaga kesehatan yang terpapar lagi.

”Untuk sementara ada pembatasan di layanan bedah syaraf. Terutama di layanan cito (operasi darurat). Ditambah mengurangi jam kerja agar mereka bisa makan di rumah,” jelas Juli.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, selain AP, terdapat pasien Covid-19 yang meninggal dunia, yakni R, 67, dari Kecamatan Jogonalan. R meninggal pada Minggu (15/11), tetapi hasil swab-nya baru keluar kemarin.

”Untuk hari ini terdapat penambahan delapan orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 serta dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Terdapat pula tujuh pasien yang dinyatakan sembuh,” jelas Koordinator Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo.

Sementara jumlah kumulatif pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Klaten menjadi 1.438 orang. Sebanyak 377 orang menjalani perawatan di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri. Sedangkan 1.013 orang dinyatakan sembuh dan 48 orang meninggal dunia.

”Saya kembali menekankan dan mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kesadarannya. Lebih disiplin mentaati protokol kesehatan yang berlaku. Tetap berada di rumah, apabila jika terpaksa keluar rumah wajib menggunakan masker, hindari kerumunan, dan terapkan pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya. (ren/adi/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya