alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

KPR untuk Wiraswasta Akhirnya Dibuka Lagi, Hanya sampai 5 Desember

19 November 2020, 09: 17: 05 WIB | editor : Perdana

Kebutuhan perumahan di Solo dan sekitarnya mencapai 10 ribu unit per tahun.

Kebutuhan perumahan di Solo dan sekitarnya mencapai 10 ribu unit per tahun. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bisnis properti di Kota Solo mengalami kelesuan selama pandemi Covid-19. Real Estate Indonesia (REI) Solo tidak menampik jika penjualan rumah sempat anjlok. Disebabkan ketatnya syarat pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) dari perbankan sejak Maret. Kecuali bagi pemohon berstatus pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai badan usaha milik negara (BUMN) saja.

Ketua REI Solo Maharani menjelaskan, ketatnya syarat tersebut sempat memicu polemik. Beruntung, masa sulit tersebut sudah berlalu. Kini, perbankan sudah mulai luwes dalam memberi KPR.

“Persyaratan ini membuat kami prihatin. Karena penjualan rumah kan untuk rakyat semua kalangan. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah ada perubahan. Keran pengajuan kredit bagi masyarakat wiraswasta sudah dibuka kembali,” terangnya.

Hanya saja, kelonggaran ini hanya dibuka paling lambat 5 Desember. REI Solo mengimbau agar masyarakat yang ingin mendaftar pengajuan KPR, jangan ditunda-tunda. Sebab jika lewat dari batas tersebut, pengajuan bakal ditolak.

REI Solo mencatat, kebutuhan rumah di Kota Bengawan dan sekitarnya mencapai 10 ribu unit per tahun. Jumlah tersebut termasuk pengadaan maupun penjualan rumah. Bahkan, permintaan terhadap kebutuhan rumah bisa lebih dari jumlah tersebut.

“Tiga bulan terakhir, sudah 400 unit rumah sold out. Mayoritas peminatnya rumah subsidi. Karena dari jumlah kebutuhan rumah itu, hanya 30 persen untuk rumah komersial. Sisanya rumah subsidi,” imbuhnya.

Sementara itu, tahun ini REI Solo tidak bisa menyesuaikan target kebutuhan rumah 10 ribu unit tersebut. Sebab, daya beli masyarakat menurun. Ini memengaruhi tingkat penjualan di masa pandemi. Sebagai perbandingan pada 2019, akad kredit rumah subsidi lebih dari 6 ribu unit.

“Kalau rumah komersial paling banyak diminati di Solo dan sekitarnya dengan harga di bawah Rp 500 juta. Tapi rumah komersial itu harganya terpaut Rp 200 juta-Rp 2 miliar. Kami harap REI Solo dan perbankan menghidupkan kembali geliat bisnis properti,” paparnya. (aya/fer/ria) 

(rs/aya/per/JPR)

 TOP