alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Penguatan Ideologi Bangsa Sasar Generasi Muda

19 November 2020, 09: 30: 00 WIB | editor : Perdana

PAPARAN: Abdul Kharis Al Masyhari saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Klaten Selasa (17/11).

PAPARAN: Abdul Kharis Al Masyhari saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Klaten Selasa (17/11).

Share this      

KLATEN – Semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda mulai memudar seiring masuknya budaya asing yang tidak sejalan dengan budaya bangsa. Untuk itu, sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara terus digencarkan para anggota DPR/MPR. Seperti yang dilakukan Abdul Kharis Al Masyhari di salah satu hotel di Klaten, Selasa (17/11).

Acara dihadiri 150 peserta dari kalangan pemuda dan petani milenial Kabupaten Klaten. Temanya Penguatan Ideologi Berbangsa dan Bernegara di Kalangan Generasi Muda. Turut hadir Widodo, anggota DPRD Klaten.

Abdul Kharis menyampaikan, peran generasi pemuda dalam menegakkan Pancasila adalah dengan memperteguh penanaman nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai generasi muda meninggalkan dan melupakan nilai-nilai Pancasila yang diyakini menjadi ideologi dan jati diri bangsa Indonesia.

”Oleh karena itu, generasi muda sekarang harus dapat bersatu, menanggalkan sekat-sekat perbedaan, baik berbeda agama, suku, dan budaya. Peningkatan pemahaman kembali esensi wawasan kebangsaan, terutama implementasi dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman Pancasila dan  UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus tertanam dalam kehidupan generasi muda,” ujar Abdul Kharis.

Di era Globalisasi ini, lanjut Kharis, peran 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tentu sangat penting untuk menjaga eksistensi kepribadian bangsa Indonesia. Karena dengan adanya globalisasi seakan-akan tidak ada sekat antarnegara. Sehingga berbagai kebudayaan asing dapat dengan mudah masuk ke masyarakat dan membawa pengaruh besar terhadap lunturnya nilai-nilai luhur budaya bangsa.

”Akibatnya muncul masalah karakter bangsa di kalangan generasi muda seperti kecenderungan mengadopsi nilai budaya asing, melemahnya idealisme, meningkatnya sikap hedonisme, hilangnya rasa hormat terhadap orang tua, guru, pemimpin. Serta semakin maraknya kekerasan di kalangan pemuda dan perilaku menyimpang seperti narkotika, pornografi, porno aksi dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Pihaknya berpesan agar generasi muda mempunyai tujuan dan target setinggi-tingginya, sebagai penyemangat untuk meraih prestasi dan menjadi orang sukses. (ren/adi)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya