alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Capaian Pajak Daerah Lampaui Target

19 November 2020, 20: 34: 50 WIB | editor : Perdana

Pelayanan pajak daerah di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Klaten

Pelayanan pajak daerah di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Klaten

Share this      

KLATEN - Penerimaan pendapatan daerah khususnya pada pajak daerah telah melampaui dari target yang ditetapkan. Berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Klaten target pajak daerah pada tahun ini sebesar Rp 85,5 miliar. Tetapi hingga realisasi pada November ini sudah mencapai Rp Rp 103.6 miliar sehingga melampaui sekitar Rp 18,06 miliar dari target.

“Pada awalnya pendapatan pajak daerah memang ditargetkan Rp 130 miliar tetapi karena ada pandemi Covid-19 sehingga direvisi menjadi Rp 80 miliar. Kemudian pada APBD perubahan berubah menjadi Rp 85 miliar tetapi sudah mencapai target sejak Oktober kemarin sebenarnya,” jelas Kasubid Penetapan dan Pelayanan, Bidang Pendapatan Asli Daerah, BPKD Klaten Harjanto Hery Wibowo, Kamis (19/11).

Lebih lanjut, Harjanto menjelaskan, pada awalnya sejumlah jenis pajak daerah terkena dampak Covid-19. Terutama di sektor hiburan, parkir hingga restoran tetapi lambat laun mulai menggeliat kembali. Hal ini yang membuat pendapatan pajak daerah bisa melampaui dari target.

Berdasarkan data dari BPKD pendapatan pajak daerah untuk pajak hotel dari target Rp 400 juta sudah tercapai Rp 488,9 juta. Sedangkan untuk pajak restoran dari target Rp 2,86 miliar sudah tercapai Rp 4,8 miliar. Begitu juga untuk pajak hiburan dari target Rp 403 juta telah tercapai Rp 451 juta.

“Untuk pajak reklame sendiri untuk targetnya Rp 2,5 miliar tetapi hingga November ini sudah tercapai Rp 3,2 miliar. Ada pula pajak penerangan jalan dari target Rp 34,6 miliar sudah tercapai Rp 38,5 miliar. Untuk pajak pengambilan mineral bukan logam dan batu dari target Rp 2,52 miliar juga sudah mencapai Rp 3,1 miliar,” jelasnya.

Keberhasilan BPKD juga pada realisasi penerimaan pendapatan pajak daerah untuk jenis pajak parkir juga. Dari yang awalnya ditargetkan Rp 550 juta tetapi sampai saat ini sudah terealisasi Rp 573 juta. Begitu juga untuk pajak air bawah tanah dari target Rp 2,250 miliar sudah tercapai Rp 2,76 miliar.

Sementara itu, untuk jenis pajak bumi dan bangunan perdesaan-perkotaan (PBB) dari yang ditargetkan Rp 22,5 miliar telah tercapai Rp 30,7 miliar hingga November ini. Sedangkan untuk pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari target Rp 17 miliar telah tercapai Rp 18,9 miliar.

“Tetapi kita tidak akan berhenti sampai disini tetap terus kita optimalkan untuk potensi pendapatan pajak daerah yang ada. Terutama di November ini dan Desember sebelum ada libur panjang di akhir tahun. Kita akan all out dalam mendongkrak pendapatan pajak daerah tahun ini,” ucapnya.

Berbagai strategi siap diterapkan dalam mengoptimalkan pendapatan daerah di sektor pajak daerah. Termasuk perbaikan sistem dan layanan yang diberikan kepada wajib pajak juga dilakukan. Harapannya tetap bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 40 persen dari Rp 256,094 miliar.

“Artinya secara keseluruhan kita tetap optimalkan potensi terutama pajak daerah yang kita kelola. Tentunya ini menjadi kinerja kami khususnya BPKD sekalipun sudah mencapai target,” jelasnya.

Harjanto menjelaskan, untuk target penerimaan pendapatan pajak daerah pada 2021 akan mengalami kenaikan sekitar 9 persen atau menjadi Rp 130 miliar. Dirinya pun optimis dengan harapan kasus Covid-19 di Klaten melandai target tersebut bisa tercapai. Bahkan bisa terealisasi lebih dari target yang ditentukan untuk tahun mendatang.(ren)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP