alexametrics
Jumat, 04 Dec 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Desa Jatisobo, Sukoharjo Jadi Percontohan Desa Inklusif di Indonesia

19 November 2020, 21: 22: 44 WIB | editor : Perdana

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan Desa Jatisobo sebagai desa inklusif.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan Desa Jatisobo sebagai desa inklusif.

Share this      

SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meresmikan Desa Jatisobo, Sukoharjo sebagai desa inklusif, Kamis (19/11). Desa inklusif tersebut merupakan desa binaan Unversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) bersama Kemendes PDTT.

Acara peresmian digelar di Balai Desa Jatisobo dengan sederhana dan menggunakan protokol kesehatan ketat.
"Saya sangat senang, bangga sekaligus bahagia dengan pencanganan Desa Jatisobo menjadi desa inklusif. Karena, desa inklusif sangat dibutuhkan di Indonesia dan harus terus dikembangkan," kata Abdul Halim Iskandar.

Menurut Abdul Halim, desa inklusif merupakan representasi dari kebhinekaan bangsa Indonesia. Dengan terbentuknya desa inklusif, maka semua masyarakat di dalamnya benar-benar bisa menghargai perbedaan yang ada. Perbedaan itu tidak menghalangi masyarakatnya untuk membangun bersama.

"Kalau semua desa di Indonesia ini saling menghormati, menghargai, mengakomodasi, saling memiliki, dan semuanya terlibat, maka akan sangat indah. Siapapun dia, tanpa memandang apa warna kulitnya, sukunya, apakah difabel atau tidak, semuanya dapat berkontribusi membangun desanya masing-masing," tambahnya.

Keberadaan desa inklusif akan terus dikembangkan di Indonesia. Saat ini, sudah ada banyak desa yang menjadi desa inklusif. Namun, UGM dan Kagama ingin membantu dengan cara baru.

"Ini akan kami jadikan pilot project untuk program desa inklusif lainnya. Harapannya desa-desa lain bisa mereplikasi desa inklusif yang sudah berjalan, sesuai dengan kearifan lokal masing-masing," papar .

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, akan menjadikan Desa Jatisobo sebagai percontohan untuk desa-desa lain. Sehingga, makin banyak desa di Jateng yang bisa mereplikasi konsep inklusif.

"Tentu saja yang paling penting dari desa inklusif ini adalah semua terlibat. No one left behind, jadi semuanya dilibatkan. Khususnya penyandang disabilitas, kelompok perempuan dan anak," jelas gubernur yang juga menjabat ketua PP Kagama itu.

Dengan konsep desa inklusif itu, Ganjar berharap desa-desa di Jateng dan Indonesia bisa membangun desanya dengan bersama-sama. Tidak ada lagi yang bicara soal perbedaan suku, agama, ras, bahkan kondisi fisik.

Sementara itu, Kepala Desa Jatisobo Darmanto mengatakan, total ada 85 difabel di desanya. Selama ini, mereka selalu diberikan bantuan dan difasilitasi ternak sapi.

Selain itu, semua masyarakat dilibatkan dalam berbagai program desa. Mulai rapat, PKK, pokja, posyandu, dan lainnya.

Sedangkan untuk aksebilitas, pihak desa juga memfasilitasi warga penyandang difabel dengan jaminan kesehatan maupun pendidikan. Termsuk menyiapkan alokasi dana desa untuk mendukung itu semua.

"Dana desa sudah kami gunakan untuk pengembangan warga difabel sejak 2018 lalu dan masih terus berlanjut hingga kini," tutur Darmanto. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya