alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemkab Wonogiri Ancang-Ancang Buka Kembali Objek Wisata

20 November 2020, 14: 13: 59 WIB | editor : Perdana

Wisatawan menikmati sarana rekreasi di kompleks Waduk Gajah Mungkur sebelum terjadi pandemi.

Wisatawan menikmati sarana rekreasi di kompleks Waduk Gajah Mungkur sebelum terjadi pandemi. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pemkab ancang-ancang membuka sejumlah objek wisata. Payung hukum segera disusun agar tempat plesiran dapat segera beroperasi dengan protokol kesehatan superketat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri Haryono mengaku banyak menerima permintaan dari pengelola tempat wisata dan para pedagang agar secepatnya mendapat izin membuka oebjek wisata. 

“Kami rapatkan terkait hal itu (pembukaan tempat wisata). Nanti digelar pertemuan sekali lagi untuk membahas. Prinsipnya, kami akan mengkaji. Ada payung hukumnya. Bisa SE (surat edaran) atau peraturan bupati,” jelasnya.

Di Kota Sukses terdapat beragam tempat wisata. Mulai yang dikelola pemerintah daerah, BUMDES, swasta maupun perorangan. Karena itu, pemkab segera merancang regulasi guna mendukung penerapan protokol kesehatan yang harus diterapkan di lokasi wisata. 

“Misalnya di WGM (Waduk Gajah Mungkur) ada satgasnya. Yang diatur tidak hanya pengunjung. Pedagangnya juga diatur. Seperti jaraknya (antarlapak) harus aman. Terutama di hari Sabtu, Minggu, dan hari libur,” tegas sekda.

Lalu, kapan tempat wisata bakal dibuka? Haryono mengatakan secepatnya. Pihaknya paham bahwa kasus corona di Kota Sukses cukup mengkhawatirkan. Tapi di sisi lain, pertumbuhan ekonomi juga harus diperhatikan.

"Kami beriringan. Kalau bahasa kami apapun bentuknya, seperti sekolah, hajatan, dan sebagainya sedikit demi sedikit kami buka. Dengan catatan, kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat harus betul-betul terpenuhi," tegasnya.

Jangan sampai terjadi komitmen patuh protokol kesehatan hanya berjalan satu atau dua pekan setelah objek wisata dibuka. Lalu setelah itu abai. "Di payung hukum yang akan kami keluarkan bakal mengatur hal itu. Kalau dicek dan ternyata mereka abai, ya bisa ditutup lagi. Sanksinya bakal seperti apa, nanti ada di sana," imbuh Haryono.

Diakui sekda, keinginan masyarakat untuk rekreasi sangat tinggi. Haryono mencontohkan, surutnya air Waduk Krisak atau beken disebut Waduk Tandon mampu menyedot animo masyarakat.

Lebih lanjut diterangkan Haryono, sebelum membuka usahanya, objek wisata yang dikelola swasta maupun BUMDES harus mengajukan izin terlebih dahulu ke pemkab guna memastikan komitmen menjaga protokol kesehatan. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP