alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Disdikbud Boyolali Izinkan Tatap Muka, Khusus Sekolah di Lereng Merapi

20 November 2020, 19: 52: 49 WIB | editor : Perdana

Siswa SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali diajari protokol kesehatan.

Siswa SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali diajari protokol kesehatan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali belum memberi izin penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM). Kendati demikian, sejumlah sekolah, terutama yang berada di lereng Merapi sudah menjalani PTM. Seperti di Kecamatan Selo.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto menjelaskan, ada sebagian sekolah di Kota Susu yang terkendala pembelajaran jarak jauh (PJJ). Solusinya, sekolah menerapkan PTM dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. 

“Sekolah melaksanakan kearifan lokal karena siswa harus tetap belajar. Salah satunya dengan tatap muka,” jelasnya. 

Darmanto menyebut, masalah ekonomi menjadi faktor penting bagi siswa untuk melaksanakan PJJ. Sebab, tak seluruh siswa memiliki smartphone untuk media pembelajaran. Kendala lainnya, yakni paket data dan jaringan internet. “Tidak semua orang tua memiliki atau menguasi metodologi pembelajaran online,” ujar dia.

Sementara itu, Pemkab Boyolali telah mencairkan bantuan bagi 660 siswa SD dan SMP dalam bentuk peralatan sekolah. Bantuan secara simbolis diambil seluruh camat di kantor bupati Boyolali, kemarin (19/11).

Bantuan diserahkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali. Karena masih pandemi Covid-19, bantuan diambil masing-masing camat untuk menghindari kerumunan. 

“Satu rasa empati dari pemerintah dalam hal ini untuk siswa kurang mampu. Mulai dari jenjang SD/MI sampai SMP/MTs yang semuanya dikoordinasikan dengan camat dan kepala UPT. Per kecamatan kami berikan bantuan untuk sekitar 30 siswa,” terang Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani.

Bantuan ini dianggarkan dari APBD sekitar Rp 163 juta. Paket bantuan berupa tas ransel, alat tulis, buku tulis, dan seragam pramuka berwujud kain. 

“Ini merupakan upaya Pemkab Boyolali dalam menyediakan sarana dan prasarana belajar bagi siswa selama pandemi Covid-19. Bagaimana kami turut serta memberikan kesejahteraan untuk siswa melalui sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah,” katanya. (wid/fer/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya