alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Magma Merapi Terus Naik ke Permukaan: Waspada Magelang, Sleman, Klaten

20 November 2020, 20: 43: 52 WIB | editor : Perdana

Kondisi Gunung Merapi. Magma di dalam perut Gunung Merapi terus bergerak naik.

Kondisi Gunung Merapi. Magma di dalam perut Gunung Merapi terus bergerak naik. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Magma di dalam perut Gunung Merapi terus bergerak naik, mendekati permukaan. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) meminta wilayah di barat laut (Magelang) dan tenggara (Sleman dan Klaten) semakin waspada. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Hanik Humaida menjelaskan, berdasarkan data pemantauan Gunung Merapi, terlihat gempa multiphase (MP) semakin tinggi. Hal itu menunjukkan magma semakin mendekati permukaan.

“Posisi magma yang jelas sudah lebih dangkal, kurang dari 1,5 km dari puncak Merapi,” kata Hanik, Jumat (20/11).

Meski sudah semakin mendekati permukaan, namun saat ini belum ada magma yang muncul di permukaan. Hanya posisinya terus merangkak naik. Sampai saat ini untuk potensi bahaya arah letusan Merapi masih ke arah Kali Gendol. Namun demikian, karena guguran berkali-kali ke arah barat dan barat laut, maka ada potensi juga ke arah Kali Senowo dan Kali Lamat. 

“Kemudian erupsinya seperti apa, sampai saat ini data tidak menunjukkan seperti pada 2010,” terangnya. 

Berdasar data pantauan ini, maka Hanik meminta tak perlu khawatir yang berlebihan dalam menghadapi erupsi kali ini. Namun demikian, harus tetap hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. 

“Bagaimanapun kalau ada awan panas, ada letusan itu suatu yang berbahaya. Tapi data menunjukkan (erupsi) tidak seperti 2010. Kalau prediksi kami itu adalah seperti 2006, namun lebih besar sedikit,” kata Hanik. 

Dia menegaskan, saat ini belum ada pertumbuhan kubah lava baru di puncak Merapi. Bila ada informasi-informasi lain terkait perkembangan Merapi, warga diminta tidak menerima begitu saja.  

“Ada berita katanya sudah ada kubah (lava) di puncak Merapi. Kemarin juga ada berita tentang perpanjangan jarak aman sampai 10 km. Informasi itu tidak benar. Saat ini jarak aman masih dalam radius maksimal 5 km (dari puncak),” ujarnya. (wid/bun/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP