alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Pemerintah Siapkan Helikopter untuk Penanganan Bencana Erupsi Merapi

20 November 2020, 20: 47: 03 WIB | editor : Perdana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo mengunjungi TPPS di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Jumat (20/11).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo mengunjungi TPPS di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Jumat (20/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo meminta masyarakat di sebelah barat laut hingga tenggara Gunung Merapi agar lebih waspada. Mengingat dalam sejarah erupsi Merapi daerah itu paling terdampak erupsi.

Hal itu dikatakan Doni saat mengunjungi tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Doni datang dengan naik helikopter yang mendarat di Lapangan Samiran. Dilanjutkan perjalanan darat ke Desa Tlogolele.

“Daerah bahaya erupsi Merapi adalah kawasan di posisi barat laut hingga tenggara. Namun, daerah lain di sisi utara, timur, dan timur laut juga harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Pihaknya percaya pemerintah daerah sudah berupaya kerja keras menjamin keselamatan warganya dari erupsi Merapi. “Ini juga menjadi atensi Presiden Jokowi. Jadi kami memberikan bantuan agar seluruh kegiatan ini mendapat kepastian,” ujarnya.

Pemerintah pusat telah menyiapkan helikopter di Bandara Adisucipto Jogjakarta. Helikopter tersebut bisa dimanfaatkan oleh Pemprov Jateng dan DIY untuk penanganan bencana erupsi Merapi.

Pihaknya juga meminta agar kekurangan fasilitas TPPS, utamanya MCK bisa segera dibenahi. Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan bantuan, antara lain 2.500 alat tes swab antigen, masker kain 200 ribu buah, dan hand sanitizer 250 jeriken dengan kapasitas 4 liter per jeriken.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan tentang keamanan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat. Sebab itu, tak boleh semua orang datang ke TPPS agar kesehatan masyarakat terjamin.

“Mungkin di antara kita sudah ada yang asimptomatik atau OTG (orang tanpa gejala) Covid-19. Lantas kita menyerahkan sesuatu dan berhubungan dengan pengungsi di sini, maka akan terjadi transmisi atau penularan,” katanya.

Doni minta para relawan atau siapapun yang akan datang ke TPPS agar mematuhi aturan dengan melakukan swab test atau rapid test terlebih dahulu. Hal itu demi keselamatan warga pengungsi di TPPS.

“Tadi di sini (TPPS Tlogolele) sudah steril. Tidak ada yang terpapar Covid. Jangan sampai kunjungan dari luar akhirnya menimbulkan masalah baru,” ujarnya. (wid/bun/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP