alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

3 Paslon Klaten Jualan Program di Debat Pertama, Ini yang Ditawarkan

21 November 2020, 08: 43: 04 WIB | editor : Perdana

Debat publik pertama Pilkada Klaten di Al Hakiim Convention Hall, Klaten

Debat publik pertama Pilkada Klaten di Al Hakiim Convention Hall, Klaten (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Gelaran debat publik Pilkada Klaten yang pertama berlangsung di Al Hakiim Convention Hall, Klaten, tadi malam, Jumat (20/11). Menghadirkan tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Klaten yakni Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo), One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), dan Arif Budiyono-Harjanta (ABY-HJT).

Debat publik pertama yang berlangsung 90 menit tersebut mengangkat tema pengembangan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat, dibagi dalam enam segmen. Pada segmen pertama para paslon langsung jualan program untuk ditawarkan ke masyarakat jika nantinya terpilih menjadi bupati-wakil bupati Klaten.

Calon bupati Klaten nomor urut 1 Sri Mulyani menyampaikan visinya yakni terwujudnya Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera. “Dari visi saya jabarkan dalam enam misi. Yakni mewujudkan tata kehidupan masyarkat yang berakhlak dan kepribadian. Sasaran strategisnya terwujudnya toleransi beragama melalui peran FKUB hingga sekala desa. Saat ini sudah terbentuk FKUB di tingkat kecamatan, target kami bisa terbentuk di 401 desa dan kelurahan,” jelas Mulyani.

Lebih lanjut Mulyani juga menawarakan tata kelola pemerintahan yang baik dan antikorupsi. Sasarannya reformasi birokrasi termasuk di dalamnya manajemen kepegawaian melalui uji kompetensi dan lelang jabatan. Termasuk penguatan kegiatan pencegahan korupsi serta pengembangan Klaten Smart City.

“Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah berlandasan ekonomi kerakyatan. Sasaran startegisnya subsidi bunga bagi UMKM dan petani. Perluasan lapangan pekerjaan dan investasi serta pengembangan desa wisata,” tambahnya.

Mulyani juga menawarkan program penyediaan sarana-prasarana dasar dan ekonomi dengan sasaran strategisnya pembangunan infrastruktur. Seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi hingga pasar. Termasuk mewujudkan peningkatan kualitas SDM dengan sasaran starteginya pengurangan angka kemiskinan, digitalisasi pendidikan, dan peningkatan layanan kesehatan melalui Matur Dokter.

Sementara itu, bakal calon bupati Klaten nomor urut 2 One Krisnata saat menyampaikan programnya didahului dengan menyinggung Klaten yang sejak 2007 menjadi daerah termiskin di Soloraya sampai sekarang. Maka itu, pihaknya memiliki program, ke depan One ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memajukan dirinya sendiri.

“Program kami yang disebut desa mandiri. Kedepan kami paslon nomor urut 2 akan memberikan anggaran pada masyarakat di luar kepala desa untuk bisa menentukan nasibnya sendiri. Insya Allah bapak-bapak ibu-ibu masyarakat Klaten bisa bersama-sama dengan Pemkab Klaten untuk menentukan nasibnya,” ucapnya.

Program yang menyangkut pemberdayaan masyarakat akan ditekankan oleh paslon ORI jika nantinya terpilih. Apalagi dirinya pun menyadari jika warga yang ada di desa cerdas-cerdas, sehingga bisa membuat yang terbaik bagi desanya.

Berbeda halnya dengan calon bupati Klaten nomor urut 3 Arif Budiyono. Dia berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju dengan kolaborasi dan inovasi. Menjadikan Klaten sebagai kabupaten yang terbaik di berbagai bidang di Indonesia.

“Kami punya langkah, misi kami adalah upaya untuk mendapatkan visi yang baik yaitu pertama harus memperbaiki tata kelola pemerintahan. Kedua tatakan dasar untuk mengembangkan sektor-sektor lainnya seperti SDM dan maksimalisasi terhadap pertanian. Termasuk maksimalisasi terhadap pengembangan pariwisata dan segalanya,” ucapnya.

Menurutnya, dengan tata ruang yang handal tentunya bisa dikembangkan semua sektor terkait kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bersinar. Tentu perlu dibangun secara serius dengan bebas dari tindakan korupsi kolusi dan nepotisme.

“Harapan ke depan kami ingin mengembangkan Kabupaten Klaten dari desa-desa pinggiran. Konsep kami akan melakukan pendampingan terhadap lurah-lurah dengan sistem pembuatan kerangka acuan yang baik,” ucapnya.

Ketua KPU Klaten Kartika Sari Handayani menjelaskan, debat publik menjadi salah media kampanye bagi para paslon sehingga warga mengetahui apa yang menjadi program kerja dari ketiga pasangan tersebut. Sedangkan bagi para paslon, menjadi kesempatan untuk menajamkan visi-misi dan program kerjanya jika nantinya terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Klaten.

“Jangan takut datang ke TPS pada 9 Desember mendatang. Gunakan masker dan alat tulis sendiri. Menjadikan pilkada berjalan kondusif, sehat, dan bisa saling menjaga,” pungkasnya. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP