alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pengungsi Merapi di Desa Balerante & Tegalmulyo Bakal Di-Rapid Test

21 November 2020, 09: 24: 34 WIB | editor : Perdana

Pengungsi tempati TES Desa Balerante, kemarin (20/11).

Pengungsi tempati TES Desa Balerante, kemarin (20/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten bakal menggelar rapid test terhadap pengungsi erupsi Gunung Merapi. Terutama pengungsi dari dua desa di Kecamatan Kemalang. Yakni Desa Balerante dan Tegalmulyo. Rencananya, rapid test bakal digelar di tempat evakuasi sementara (TES). 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto menjelaskan, rapid test ini bagian dari program skrining. Memastikan apakah ada pengungsi yang terpapar Covid-19 atau tidak.

“Kami akan efektifkan semua program. Salah satunya rapid test terhadap semua pengungsi. Akan kami komunikasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten jika nantinya sepakat,” jelasnya.

Anggit menyebut rapid test lebih efektif daripada seluruh pengungsi harus swab test. Kecuali pengungsi yang hasil rapid test-nya reaktif segera ditindaklanjuti dengan swab test. “Jadi tidak langsung swab test semuanya. Seperti yang sudah-sudah. Rapid test dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya, dinkes sudah melakukan swab test terhadap pengungsi dan relawan di barak pengungsian. Menyasar 26 orang di Desa Balerante dan 14 orang di Desa Tegalmulyo. Hasilnya baru keluar untuk Desa Balerante. Semuanya negatif. “Hasil swab test untuk Tegalmulyo belum. Tetapi sampelnya sudah kami kirim,” bebernya.

Dinkes menyambut positif hasil swab test dari Desa Balerante. Mengingat protokol kesehatan (prokes) ketat sudah diterapkan di barak pengungsian. Termasuk penyediaan bilik penyekatan bagi pengungsi. 

“Saya melihat para pengungsi yang masih wira-wiri dan relawan sudah menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga para tamu dan rombongan di barak pengungsian. Juga menerapkan dengan baik,” ucapnya.

Didik Suparno, 38, warga Desa Balerante bersyukur hasil swab test-nya negatif. Dia kini lebih tenang dan nyaman bertugas sebagai relawan di barak pengungsian. “Informasi yang saya terima, warga dan relawan negatif. Tapi hasilnya (surat keterangan) belum kami terima. Kabar ini sangat menggembirakan bagi saya dan kawan-kawan relawan,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko membenarkan sebagian pengungsi sudah swab test. Sejauh ini Kota Bersinar menerima bantuan 2.500 swab test antigen dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB). “Bakal lebih banyak lagi yang akan kami swab. Terutam pengungsi,” tandasnya. (ren/fer/ria) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya