alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pemkab Wonogiri Longgarkan Aktivitas Tempat Publik, Buka Objek Wisata

21 November 2020, 09: 55: 14 WIB | editor : Perdana

Wisatawan menikmati wahana kolam renang di objek wisata Soko Langit di Kecamatan Bulukerto sebelum pandemi.

Wisatawan menikmati wahana kolam renang di objek wisata Soko Langit di Kecamatan Bulukerto sebelum pandemi. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab Wonogiri memutuskan melonggarkan aturan di tempat publik pada masa pandemi. Seperti membuka sejumlah tempat wisata. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin. 

Kebijakan melonggarkan aturan itu diharapkan dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat. “Ekonomi tidak bisa diabaikan. Apapun bentuknya, seperti pedagang (di Alun-Alun Wonogiri) hajatan dan lainnya, sedikit demi sedikit kami buka dengan catatan protokol kesehatan ketat,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri Haryo.

Seperti diketahui, pemkab telah memberikan izin pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri sejak 25 Oktober lalu. PKL harus konsisten dengan protokol kesehatan. Mereka yang berdagang telah dipastikan bebas Covid-19. 

Selain itu, berdasarkan surat edaran (SE) Nomor 443.2/5127 tentang Penyelenggaraan Hajatan dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Wonogiri yang ditujukan kepada seluruh camat pada 27 Oktober, diatur dengan baik tata cara hajatan dengan protokol kesehatan.

Saat ini, pemkab sedang mengkaji payung hukum dibukanya objek wisata. Sekaligus menerapkan sistem gas dan rem. Artinya, digas pertumbuhan ekonominya, dan direm persebaran Covid-19-nya.

"Kami meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penularan Covid-19,” tegasnya.

Ditambahkan sekda, bidang ekonomi dan kesehatan harus diperhatikan. Pemkab tak ingin ekonomi masyarakat terpukul secara berkepanjangan akibat pandemi. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP