alexametrics
Sabtu, 05 Dec 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Ricky Yacobi Tutup Usia, 2 Eks Kapten Persis Solo Kenang Sosoknya

21 November 2020, 17: 10: 12 WIB | editor : Perdana

Ahmad Sukisno (tengah) dan Ricky Yacobi (kanan) saat sama-sama berseragam Arseto Solo.

Ahmad Sukisno (tengah) dan Ricky Yacobi (kanan) saat sama-sama berseragam Arseto Solo. (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO - Pemain sepak bola yang jadi idola publik Solo, Ricky Yacobi mengembuskan napas terakhir di RS Mintoharjo Jakarta. Berdasarkan kabar yang didapat, Ricky Yacobi mengalami serangan jantung saat tengah bermain bola di salah satu lapangan di Gelora Bung Karno (GBK) dengan rekan-rekannya, Sabtu pagi (21/11).

Usai dia mencetak gol, dan bahkan belum sempat berselebrasi, Ricky terjatuh. Ricky langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya sudah tak tertolong.

"Cukup kaget juga pas dikasih tahu Jenderal (Sudirman, eks Arseto) dari grup WA. Ngabari kalau Bang Ricky jatuh pas main bolakarena serangan jantung, dan ini lagi dibawa ke rumah sakit. Dia minta doa ke alumni Arseto. Tapi semenit kemudian, ternyata dikabarkan kalau beliau sudah tiada. Saya ikut kehilangan sosok kawan yang jadi panutan kami semua," ungkap eks pemain Arseto 1983-1992, Ahmad Sukisno kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kebetulan Sukisno sempat lama main bareng dengan Ricky. "Pas dia pindah maen ke liga Jepang, namanya berubah dari Ricky Yacob jadi Ricky Yacobi. Awalnya pada kaget, tapi lama kelamaan sudah biasa. Setelah kembali ke Solo lagi, sosoknya pun tak berubah, tetap ramah pada siapapun," tuturnya.

"Dia hanya semusim di Jepang. Alasannya tak bisa bermin luwes karena kedinginan. Dia di sana pun jarang dimainkan, karena skill-nya tak bisa keluar terkendala cuaca," imbuh kapten Persis Solo musim 1993-1995 tersebut.

Ya, nama Ricky tak bisa dipisahkan dengan Arseto Solo. Dia bahkan sudah bergabung, jauh sebelum Arseto boyongan dari Jakarta ke Solo pada 1983. Musim 1988 bakatnya dilirik klub asal Jepang Matsushita FC.

Hanya semusim, Ricky kembali ke Arseto hingga musim 1992, usi membawa tim ini juara. Setelah itu, dia bergabung dengan BPD Jateng (1992-1994) dan PSIS Semarang (1994-1995).

Kapten Persis Solo musim 2004-2007, Agung Setyobudi memang tak pernah satu tim saat dirinya main di Arseto. Agung masuk Arseto di musim 1993-1998.

Tapi Agung dan Ricky sempat masuk Timnas bersama, tepatnya di ajang SEA Games 1993 di Singapura. Bahkan, Agung satu kamar dengan Ricky.

"Banyak hal yang ia sampaikan kepada para juniornya, tentang semangat menjadi seorang atlet dalam mengejar mimpi. Arahannya itu terbukti benar. Saya bisa bertahan di Timnas sampai menjelang pensiun," kenang Agung. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP