alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

2 Staf ISI Solo Positif Covid, Kampus Di-Lockdown: Tracking 32 Orang

22 November 2020, 18: 45: 55 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Istitut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menerapkan lockdown lokal kampus Kentingan pada 21-28 November. Hal itu dilakukan pasca dua staf ISI Surakarta terkonfirmasi positif Covid-19.

Tracking dilakukan pada 32 orang pegawai ISI. Selain itu, ISI Surakarta juga menerapkan rapid test mandiri untuk 32 pegawainya. 

Bagian Humas ISI Surkarta Esha Kawinarno membenarkan ada dua staf yang terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya berdomisili di Solo dan Boyolali.

Esha menjelaskan staf asal Solo terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (20/11) malam. Dan belum diketahui dari mana dia tertular.

Sementara staf dari Boyolali terkonfirmasi positif dari hasil swab test kolektif kelompok penyelenggara pemungutan puara (KPPS) pada Sabtu (21/11) siang. 

"Keduanya kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Solo dan Boyolali. Saat ini kami masih berupaya menghubungi staf asal Solo, karena belum ada jawaban. Sedangkan staf dari Boyolali kondisinya baik," ungkapnya pada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (22/11). 

Esha menerangkan, keduanya merupakan staf teknisi dan staf administrasi. Mereka diduga terpapar di tempat tinggal masing-masing. Dan langkah penghentian aktivitas di kampus I ISI Surakarta sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. 

ISI Surakarta juga langsung melakukan tracking internal kampus dan rapat virtual. Berdasarkan surat pemberitahuan nomor 15036/IT6.1/TU/2020 pada 20 November dilakukan penghentian aktivitas Kampus I Kentingan ISI. Mulai 21 sampai 28 November mendatang. Sedangkan aktivitas yang bersifat penting dan mendesak, diwajibkan mendapat izin dari Satgas Covid-19 ISI Surakarta.

Selain itu, tracking dilakukan pada staf dan pegawai ISI Surakarta. Di mana ada 32 orang yang melakukan kontak langsung dengan dua orang yang terkonfirmasi positif. Sebanyak 32 orang melakukan rapid test yang dibiayai pihak kampus. Hasilnya 16 orang dinyatakan nonreaktif. Sementara 16 orang lainnya masih menunggu hasilnya. 

"Kami masih menunggu laporan. Ada kemungkinan besok (23/11) baru terkumpul semua datanya. Dan 32 orang tersebut dibiayai kampus. Namun, jika ada yang berinisiatif sendiri untuk kenyamanan masing-masing, kami silakan secara mandiri," tandas Esha. (rgl/ria)


(rs/rgl/per/JPR)

 TOP