alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Cair Desember, Tahap Awal 10 Desa di Klaten

24 November 2020, 09: 37: 19 WIB | editor : Perdana

Persawahan di Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dapat ganti rugi tol Solo-Jogja.

Persawahan di Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dapat ganti rugi tol Solo-Jogja. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten telah mengumumkan 10 desa terdampak Jalan Tol Solo-Jogja pasca indentifikasi dan inventarisasi bidang tanah. Masa pengumuman itu berlangsung selama 14 hari sebelum akhirnya uang ganti rugi diberikan pada Desember tahun ini.

“Progres sampai saat ini terdapat 10 desa sudah kami umumkan. Setelah pengumuman dilanjutkan dengan ganti rugi. Saya harap tahun ini bisa selesai tanpa ada efek dan ekses,” jelas Kasubsi Penetapan Hak dan Pemberdayaan Masyarakat BPN Klaten Daliman.

Daliman menjelaskan, 10 desa terdampak tol dan sudah masuk dalam masa pengumuman. Meliputi Desa Sidomulyo 36 bidang dan Desa Mendak 40 bidang di Kecamatan Delanggu. Sementara di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper sebanyak 92 bidang tanah.

Sedangkan di Kecamatan Polanharjo meliputi Desa Polan sebanyak dua bidang, Desa Sidoarjo 89 bidang, Desa Kauman 120 bidang. Kemudian Desa Kapungan 207 bidang, Desa Keprabon 72 bidang, Desa Glagahwangi 77 bidang, dan Desa Kranggan 33 bidang.

“Ini tinggal menunggu habis 14 hari setelah diumumamkan. Kalau tidak ada permasalahan, maka Desember ini cair. Diperkirakan masih ada anggaran. Kami juga akan umumkan empat desa yakni Ngabeyan, Tarubasan, Kadirejo, dan Brangkal di Kecamatan Karanganom pada 25 November ini. Total ada 378 bidang tanah. Tapi yang sudah siap ya 10 desa itu dan akan dilanjutkan pada 2021,” jelasnya.

Daliman mengatakan, anggaran ganti rugi bagi 10 desa itu sudah pasti tahun ini. Sedangkan sisanya akan dilanjutkan dan diberikan pada 2021. 

Seperti diketahui, panjang tol Solo-Jogja-Kulonprogo 96,5 km. Melintasi tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Dari jumlah itu, sepanjang 29,4 km berada di Kabupaten Klaten.

Luas pembebasan lahan untuk jalan tol di Klaten terdapat 377,52 hektare. Total jumlah bidang tanah di Klaten terdampak tol terdapat 4.071 bidang. Tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. BPN Klaten sebelumnya telah menerjunkan petugas untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi bidang tanah terdampak jalan tol tersebut.

“Kalau misalnya ada bangunan seperti gapura desa yang terkena tol, maka ganti ruginya akan diberikan kepada desa. Jadi kami mengganti untuk bangunannya,” tambahnya.

Kepala Desa Kapungan Rahim Fauzi menjelaskan, lahan yanng terkena dampak tol di desanya sudah diukur oleh BPN. Hanya saja, warganya menantikan terkait diadakan sosialisasi kembali pasca pengukuran tersebut.

“Tapi dalam pengukuran itu antara sertifikat dengan pengukurn ada selisih. Masyarakat menanyakan terkait itu kepada desa, tapi kan kami tidak bisa menjawab,” ucapnya.

Fauzi mengungkapkan, segala hal yang ditanyakan warga terdampak tol kepada desa sudah disampaikan kepada pihak terkait. Termasuk ke BPN Klaten yang merencanakan akan menggelar sosialisasi kembali. Tetapi pihaknya masih menunggu kepastian untuk pelaksanaan sosialisasi tersebut. (ren/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news