alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Komitmen Perkuat Demokrasi, Luncurkan Buku Perang NU Melawan Suap

24 November 2020, 16: 50: 56 WIB | editor : Perdana

Peluncuran dan bedah buku Perang NU Melawan Suap di Gedung Wongso Menggolo, Ceper, Klaten.

Peluncuran dan bedah buku Perang NU Melawan Suap di Gedung Wongso Menggolo, Ceper, Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Klaten bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU serta Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU meluncurkan sekaligus membedah buku Perang NU Melawan Suap di Gedung Wongso Menggolo, Ceper, Klaten, Senin (23/11). Buku tersebut memang disusun oleh PCNU, Lakpesdam NU, dan LBM NU.

Hadir dalam acara tersebut 60 peserta yang mewakili pengurus NU dari 26 kecamatan, perwakilan Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor serta Badan Otonom NU. Bedah buku menghadirkan beberapa narasumber, yakni K.H. Mukhlis Hudaf, KPU Klaten, Bawaslu Klaten, dan Alif Basuki dari Pegiat Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Solo.

“Buku yang ditulis ini merupakan bentuk komitmen PCNU Klaten dalam upaya memperkuat demokrasi dan pembangunan Klaten yang lebih maju, transparan, dan berkeadilan. Tentunya dengan terlibat melakukan edukasi dan kampanye penolakan suap dalam segala hal. Di antaranya penolokan politik uang dalam Pilkada Klaten yang sebentar lagi akan digelar,” jelas Ketua PCNU Klaten Mujiburahman

Lebih lanjut Mujiburahman menjelaskan, kegiatan peluncuran dan bedah buku itu menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam melawan suap. Di samping itu, sebagai bentuk partisipasi NU dalam mengawal pendidikan politik yang cerdas dan berintegritas dalam konsteks Pilkada Klaten.

Melalui kegiatan itu pula PCNU juga memberikan penguatan kapasitas bagi kader NU dan masyarakat untuk mengampanyekan bahaya suap bagi keberlangsungan umat. Termasuk memberikan panduan singkat tentang cara memilih pemimpin yang ideal sesuai dengan pesan agama dan anjuran ulama NU.

“Output dari kegiatan ini adalah lahirnya kesadaran publik atau umat akan dampak sistemik yang diakibatkan oleh kegiatan suap. Lewat buku ini pula adanya komitmen dan tanggung jawab dari tokoh agama untuk terlibat dalam menghapus pratik suap dalam aspek kehidupan,” ucapnya

Mujiburahman pun mengharapkan buku yang disusun tersebut menjadi panduan bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam memperkuat demokrasi. Termasuk dalam memilih pemimpin aman, adil, dan berakhlakul karimah serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news