alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

PTM Dibuka Januari, Wali Kota Solo: Syaratnya Sekolah Siap & Izin Ortu

25 November 2020, 12: 49: 23 WIB | editor : Perdana

Uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Surakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Surakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim merencanakan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021. Syaratnya harus mendapat izin dari pemerintah daerah setempat. Pemkot masih menimbang kebijakan ini. Sebab, kasus Covid-19 di Kota Bengawan masih tinggi.

“Meski ada rencana KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka dilaksanakan Januari 2021, kemungkinan belum bisa berjalan penuh. Sebab, harus ada izin orang tua (ortu) siswa. Apalagi kasus Covid-19 masih tinggi,” ujar Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. 

Rudy berharap kondisi ini bisa menjadi bahan pertimbangan Mendikbud sebelum benar-benar menerapkan KBM tatap muka awal tahun depan. “Yang penting bagaimana menyelamatkan generasi penerus bangsa, anak-anak sekolah. Itu penting,” papar Rudy.

Saat ini, pihaknya masih fokus mengevaluasi uji coba PTM yang dilaksanakan di tiga SMP sejak 4 November lalu. Jika ada sekolah belum berani melaksanakan PTM, maka program ini tidak akan dipaksakan. 

“Hasil evaluasi kami selama uji coba KBM tatap muka siswa IX di tiga SMP ditemukan adanya siswa yang reaktif Covid-19 dari hasil rapid test,” kata dia.

Selanjutnya pemkot akan menjadwalkan uji swab pada siswa yang reaktif. Sementara, siswa yang bersangkutan tidak diperkenankan masuk mengikuti PTM. “Kasus itu bisa jadi pelajaran bagi sekolah lainnya dalam penerapan KBM tatap muka. Jika masyarakat mengizinkan pembelajaran tatap muka Januari 2021, maka semuanya harus ikut bertanggung jawab terkait pelaksanaannya,” papar Rudy.

Pada saat mengantar dan menjemput anak dari sekolah harus dilakukan orang tua sendiri. Ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. “KBM tatap muka di tengah pandemi cukup berat. Yang tak kalah penting adalah  memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tutur dia. 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno mengatakan, tindak lanjut kebijakan baru Kemendikbud masih akan dibahas. Sebelumnya, pemkot hanya menentukan tiga SMP/MTsN. Serta tidak ada wacana penambahan sekolah. Atas kebijakan baru itu, ada kemungkinan penambahan 23 SMP yang sebelumnya telah dipilih untuk membuka pembelajaran tatap muka. 

“Hal tersebut masih dirapatkan. Target pascaevaluasi gelombang dua pada Jumat depan. Kemungkinan kami lanjutkan untuk 23 sekolah yang sejak awal sudah disiapkan,” terangnya. 

Dwi mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta juga meminta pengecekan ulang 23 SMP yang sebelumnya terdaftar. Seperti kesiapan sarana dan prasarana (sarpras), penjadwalan dan pengaturan siswa, izin orang tua serta koordinasi dengan komite dan fasilitas kesehatan terdekat.

“Sejauh ini pandangannya masih untuk jenjang SMP. Sedangkan jenjang SD belum dibahas,” katanya. 

Selain itu, dengan penghapusan zona Covid-19, siswa dan sekolah bisa menyelenggarakan PTM. Namun, penghapusan sistem zona mengharuskan pembatasan penyelenggaraan semakin ketat. Baik sekolah maupun siswa dan guru harus selektif dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Sebelumnya, Kepala SMP Lazuardi Kamila GCS Prihatianto Pamungkas mengaku tekah ditunjuk Disdik Kota Surakarta untuk penyelenggaraan PTM. Sebanyak 21 siswa kelas IX yang sudah mendapat izin orang tua akan mengikuti kegiatan ini. Bahkan siswa juga cek kesehatan mandiri. 

“Disdik sudah mengizinkan. Setelah fase pertama dievaluasi, kami bisa PTM di fase dua. Namun, masih menunggu perkembangan dan hasil evaluasi disdik. Untuk sarana prasarana dan SOP sudah 90 persen, tinggal masuk saja. Dan kami pastikan proses antar jemput hingga pembelajaran menerapkan prokes yang ketat,” katanya. (ves/rgl/bun/ria)

(rs/rgl/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news