alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pembebasan Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Desa Kahuman Beres

25 November 2020, 15: 50: 30 WIB | editor : Perdana

Warga Desa Kahuman, Polanharjo tunjukkan besaran ganti untung proyek tol Solo-Jogja, kemarin (24/11).

Warga Desa Kahuman, Polanharjo tunjukkan besaran ganti untung proyek tol Solo-Jogja, kemarin (24/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Panitia pengadaan lahan proyek Tol Solo-Jogja menggelar musyawarah penetapan ganti untung di Balai Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, kemarin (24/11). Total 120 bidang seluas 21 hektare di Desa Kahuman bakal tergusur tol. Hanya saja, mayoritas warga menilai nominal ganti untung tak sepadan.

Kepala Desa Kahuman Ida Andung yang hadir dalam musyawarah mengaku, tak hanya lahan milik warga yang bakal tergusur tol. Namun juga tanah kas desa.

“Saya lihat ekspresi warga kecewa berat dengan harga segitu. Mungkin berharap minimal dihargai sekitar Rp 1 juta per meter persegi. Tapi apa boleh buat. Meski warga sudah menerima, tetapi dengan hati yang luka, mungkin. Saya lihat kondisinya seperti itu,” ungkapnya.

Ida menambahkan, lahan terdampak tol di wilayahnya, dihargai sekitar Rp 600 ribu per meter persegi. Sedangkan harga pasaran saat ini, sekitar Rp 450 ribu per meter persegi. 

“Warga tidak bisa berbuat apa-apa. Mau bagaimana lagi? Tapi kalau ada lahan milik warga yang masih sisa, pemerintah desa siap membantu agar ikut disertakan (dapat ganti untung). Tapi yang menentukan PPK (pejabat pembuat komitmen). Saya juga tidak tahu,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, tanggapan warga terdampak tol beragam. Mereka justru ancang-ancang memanfaatkan uang ganti untung itu. Di antaranya bakal dibelikan lahan pengganti atau dibagi ke anggota keluarga lainnya.

“Lahan saya yang terdampak tol seluas 2.049 meter persegi. Diganti Rp 1,2 miliar. Mereka hitung globalnya saja. Harga per meternya berapa, saya kurang tahu,” katanya warga Desa Kahuman Lugiman.

Sunarno, 76, warga lainnya mengaku lahannya yang terdampak tol seluas 2.200 meter persegi. Dia terima ganti untung Rp 1,3 miliar. “Saya sudah mantap. Nggak neko-neko. Sudah sesuai harga pasaran,” ujarnya. 

Sementara itu, dalam musyawarah, satu per satu warga menerima amplop. Isinya hasil pendataan dan besaran ganti untung yang akan diterima. Bagi warga terdampak tol yang belum jelas, diminta konsultasi kepada panitia saat itu juga. Setelah menerima nominalnya, warga langsung menandatangani berita acara.

Selanjutnya, warga mengurus pembukaan rekening ke bank yang telah ditunjuk. Sebab, uang ganti untung langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Tanpa potongan sedikit pun.

“Sudah selesai identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak tol. Termasuk penilaian dari tim appraisal. Sudah diketahui besaran nilainya. Semoga akhir Desember sudah menerima (uangnya),” terang Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten Agung Taufik Hidayat.

Agung memastikan tidak ada penolakan dari warga terkait nominal ganti untung tersebut. Dia berharap ini jadi awal baik untuk musyawarah di desa lainnya. “Mudah-mudahan lancar. Ini akan memberi dampak psikologis bagi desa-desa selanjutnya. Ternyata penilaian tim appraisal sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Staf PPK Tol Solo-Jogja Christian Nugroho menambahkan, jika ada warga keberatan, bisa melapor dan diproses di pengadilan. Diberi tenggat waktu 14 hari. “Di Desa Kahuman, ada 101 warga yang lahannya terdampak dengan total nilai ganti kerugian Rp 119 miliar,” ujarnya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news