alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Tanah Milik Warga Klaten Ini Tergusur Proyek Tol Hanya 1 Meter Persegi

26 November 2020, 11: 48: 40 WIB | editor : Perdana

Patok Tol Solo-Jogja di pekarangan rumah Darusalam, Desa Sidoharjo, Polanharjo, kemarin (25/11).

Patok Tol Solo-Jogja di pekarangan rumah Darusalam, Desa Sidoharjo, Polanharjo, kemarin (25/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Ada yang menarik dari musyawarah penetapan ganti rugi Tol Solo-Jogja di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Rabu (25/11). Di antara 100 bidang tanah terdampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut, ada satu bidang yang hanya tergusur seluas 1 meter persegi. Bidang tanah itu milik Darusalam, 62, warga setempat.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di lokasi, terdapat patok tol warga merah di pekarangan sebelah rumah Darusalam. Sedangkan pekarangan milik Darusalam yang kena proyek tol berupa pagar tanaman. Berbatasan dengan jalan dan permukiman warga yang masuk wilayah Kabupaten Boyolali.

“Saya ikut pemerintah saja maunya bagaimana. Kalau difoto dari satelit, perkarangan rumah saya kena tol. Tapi hanya 1 meter persegi,” ujar Darusalam saat dijumpai di kediamannya.

Total luas lahan milik Darusalam sekitar 305 meter persegi. Terdapat bangunan rumah yang kini ditinggali bersama istri, anak, dan cucunya. Kelak jika proyek rampung, rumahnya bakal berada tepat di tepi Tol Solo-Jogja.

Ditanya nominal ganti rugi, Darusalam hanya geleng kepala. Sejauh ini, dia juga tidak tahu secuil perkarangannya bakal tergusur tol. Dia baru tahu setelah Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoharjo meminta kelengkapan berkas proses ganti rugi.

“Sebenarnya saya ikhlas. Karena hanya kena 1 meter. Tapi pemdes minta segera lengkapi berkas. Berapapun nilainya tidak masalah,” imbuh pria yang kesehariannya buruh tani tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sidoharjo Tri Manto menyebut ada perubahan data bidang tanah terdampak tol. Awalnya hanya 84 bidang. Belakangan berkembang jadi 100 bidang. Luasnya mencapai 20 hektare. 

Dari jumlah itu, dua bidang di antaranya berupa tanah kas desa milik Pemdes Daleman dan Wunut, Kecamatan Daleman. Kebetulan masuk wilayah Desa Sidoharjo. “Seluruh warga mendukung proyek Tol Solo-Jogja. Sebab ini merupakan program pemerintah pusat,” jelasnya.

Terkait nominal ganti rugi, terbilang sepadan. Per meter persegi dihargai Rp 610 ribu. Melebihi harga pasaran Rp 450 ribu per meter persegi. 

“Permintaan kami setelah tol jadi, saluran pengairan tetap dihidupkan. Syukur-syukur dibuat lebih bagus dari sebelumnya. Saya sampaikan ini atas permintaan warga,” tandasnya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news