alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Pelantikan Pengurus Pusat JMSI, Bamsoet: Hadirkan Pers yang Sehat

26 November 2020, 14: 51: 19 WIB | editor : Perdana

Pengukuhan Pengurus Pusat JMSI.

Pengukuhan Pengurus Pusat JMSI.

Share this      

JAKARTA – Setelah deklarasi di Banjarmasin pada 8 Februari lalu, akhirnya Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar pengukuhan pengurus pusat JMSI periode 2020-2025, kemarin (25/11).

Pengkuhan yang dilaksanakan di Gedung Dewan Per Jakarta juga dihadiri Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Selain itu, JMSI juga mengundang pimpinan organisasi wartawan, baik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), maupun Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Bambang Soesetya mengatakan, dia menaruh harapan besar akan pers sehat. Yakni pers yang menyajikan informasi secara akurat, objektif, dan berimbang. Sehingga akan mendorong terwujudnya masyarakat yang 'sehat', 'melek' pengetahuan dan bijak dalam menyikapi informasi. 

Apalagi, beberapa tahun terakhir makin marak gempuran informasi hoax yang tersebar di tengah-tengah masyarakat. Dalam kondisi ini, kehadiran pers sangat penting untuk menjadi filter sekaligus mematahkan informasi-informasi hoax.

"Hadirnya pemberitaan yang sehat juga dapat menjadi penyeimbang sekaligus filter atas masih maraknya informasi menyesatkan yang begitu mudah tersebar melalui berbagai platform media sosial. Baik yang bersifat misinformasi, disinformasi, maupun malinformasi," tutur pria yang akrab disapa Bamsoet itu di sela-sela acara.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, gempuran hoax menjadi sangat berbahaya. Sebagai gambaran, Kementerian Kominfo mencatat hingga 20 Oktober lalu, terdapat 2.020 konten infodemik. Yaitu informasi menyesatkan atau hoax terkait pandemi Covid-19 yang beredar di media sosial. 

"Infodemik dinilai bisa lebih berbahaya dari virus Covid-19 itu sendiri. Karena, informasi menyesatkan yang demikian cepat menyebar, menjadikan publik kesulitan mengidentifikasi hal yang benar dan yang salah. Akhirnya masyarakat menyikapi dan menindaklanjuti informasi tersebut dengan cara yang juga salah," papar Bamsoet.

Di sisi lain, dia pun tak memungkiri jika pandemi Covid-19 telah membawa dampak kepada berbagai sektor kehidupan. Termasuk memberi pengaruh dalam keberlangsungan perusahaan media. Namun demikian, dia tetap menaruh harapan besar bahwa perusahaan media tetap bisa hidup, serta insan-insan jurnalis tetap bisa mendapat kesejahteraan dan bekerja secara profesional.

"Dengan berbagai keterbatasan dan tantangan, saya sangat berharap insan media tetap mengedepankan profesionalisme, menyajikan muatan pemberitaan yang mencerdaskan, dan memprioritaskan kepentingan publik," ucap Bamsoet.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menjelaskan, JMSI adalah  organisasi perusahan pers yang memiliki visi menjadikan perusahan pers anggota JMSI tumbuh sebagai perusahaan profesional dan terdaftar di Dewan Pers.

“JMSI telah mendaftarkan diri untuk menjadi konstituen Dewan Pers pada bulan Oktober lalu. Kini JMSI telah berada di 29 provinsi di Indonesia,” ucap Teguh.

Dalam pengurusan di tingkat pusat, Teguh Santosa didampingi Sekjen Mahmud Marhaba. “Selain pengukuhan, kami juga akan menggelar rapat pleno yang membahas program janga pendek, menengah dan panjang, serta membahas beberapa agenda penting lainnya terkait dengan HUT pertama JMSI nanti. Rapat pleno ini juga melibatkan pengurus daerah JMSI,” kata Mahmud.

Hal penting lain yang juga akan dibahas terkait dengan persiapan verifikasi pengurus daerah JMSI dan anggota JMSI sebagai perusahaan pers profesional yang akan dilakukan oleh Dewan Pers. (*/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news