alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Wali Kota Solo Larang Gelar Event Tahun Baru: Nekat, Siap Disanksi

27 November 2020, 15: 26: 41 WIB | editor : Perdana

Suasana keramaian car free night (CFN) pada malam perayaan Tahun Baru 2020. Akhir tahun ini ditiadakan CFN dan larangan menggelar berbagai event.

Suasana keramaian car free night (CFN) pada malam perayaan Tahun Baru 2020. Akhir tahun ini ditiadakan CFN dan larangan menggelar berbagai event. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo melarang pusat-pusat hiburan hingga hotel menggelar agenda pada malam pergantian tahun yang bisa memicu kerumunan massa. Apabila ada pengelola tetap nekat, maka sanksi sudah menanti.

“Jadi saya tegaskan, jangan ada pihak-pihak yang menggelar acara pada malam pergantian tahun. Pemkot juga tidak mengadakan gelaran CFN (car free night) seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas pria yang akrab disapa Rudy itu.

Rudy mengatakan, tim gabungan akan melakukan sweeping ke lokasi pusat-pusat hiburan maupun memantau hotel-hotel untuk memastikan mereka tidak menggelar acara yang memicu kerumunan.  

“Kalau ada yang nekat, nanti akan diberi sanksi tipiring. Kalau melanggar lagi, kami tutup, dicabut izinnya. Tapi ini pasti viral, keras dan sebagainya, nggak apa-apa. Mending di-bully, dicaci maki daripada banyak yang meninggal dosanya semakin bertambah,” tegas Rudy.

Rudy meminta masyarakat menghabiskan masa pergantian tahun di rumah masing-masing. Bila sekadar acara kangen-kangenan dengan keluarga bisa melalui video call atau cara lain tanpa harus berkerumun.

 “Saya juga minta agar warga sementara tidak mudik. Warga Solo juga tidak ke luar kota dulu. Karena penambahan kasus di Solo masih cukup banyak. Kami bisanya mengimbau. Karena ini untuk kepentingan bersama. Kami ingin agar mata rantai Covid-19 bisa diputus,” tegas Rudy.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mendukung langkah wali kota. Dia juga menegaskan, kepolisian tidak mengeluarkan surat izin keramaian hingga akhir tahun 2020. 

Kapolresta meminta masyarakat tidak menyelenggarakan sejumlah acara pada akhir tahun. Ini demi mencegah penularan Covid-19 di Kota Bengawan. “Saya harap masyarakat bisa memaklumi keadaan ini. Perayaan Nataru (Natal dan tahun baru) bisa diselenggarakan di rumah bersama keluarga,” kata Ade.

Larangan ini juga bukan tanpa alasan. Sebab, penambahan kasus Covid-19 di Kota Solo meningkat drastis. Dalam sebulan terakhir, ada penambahan lebih dari 1.000 kasus. Hingga kemarin, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.123 orang.

Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani membenarkan kasus Covid-19 di Solo terus bertambah. Dalam sehari kemarin terdapat 63 tambahan kasus baru. “Memang lonjakannya drastis. Faktanya memang demikian, sebulan bertambah 1.000 kasus,” kata Ahyani

Menurutnya, Pemkot Surakarta sudah melakukan pengetatan seoptimal mungkin. Namun, memang ada pengaturan agar perekonomian tetap bergulir. “Kami sudah atur dengan berbagai pengetatan, tetapi tempat-tempat usaha juga tidak boleh mati,” ujarnya. (atn/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news