alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

40 Petugas Pilkada Klaten Positif Covid, Paling Banyak dari KPPS

28 November 2020, 06: 11: 45 WIB | editor : Perdana

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Klaten Anggit Budiarto

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten Anggit Budiarto (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten telah mengumumkan 40 petugas penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terdiri dari panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Mereka sebelumnya telah mengikuti rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum bertugas pada Pilkada Klaten, 9 Desember mendatang. Mereka yang reaktif langsung menjalani swab test. Hasilnya diketahui 40 orang positif terpapar Covid-19.

“Dari 26 ribu petugas yang menjalani rapid test, terdapat 1.851 hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan swab test . Sampai saat ini baru diketahui 40 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten Anggit Budiarto.

Anggit menjelaskan, sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan 400 sampel yang sebelumnya dikirimkan ke laboratorium. Pihak penyelenggara pemilu yang terkonfirmasi positif Covid-19 berpotensi menambah. Tetapi dia memperkirakan jika nanti ada penambahan maksimal hanya sekitar 10 persen atau sekitar 40 orang.

Sejak hasil rapid test  penyelenggara pemilu itu reaktif, langsung diterapkan protokol kesehatan ketat. Mereka diminta menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sampai saat ini sudah memasuki hari ketujuh. Berdasarkan pedoman baru mereka melaksanakan isolasi mandiri selama 10 hari.

“Mereka menjalani isolasi mandiri dengan assessment dari dokter puskesmas sebagai penanggung jawab. Semua menjalani isolasi mandiri di rumah karena mereka tanpa gejala,” jelasnya.

Anggit menambahkan, pihaknya belum bisa melakukan analisis terkait awal mula para penyelenggara pemilu ini bisa terpapar. Meski begitu, masing-masing penyelenggara pemilu memiliki mobilitas tinggi. Hal ini yang membuat mereka berpotensi terpapar Covid-19.

“Tapi kami yakin mereka bisa melaksanakan tugasnya pada saat pemungutan suara pada 9 Desember. Apalagi kami menargetkan pelaksanaan isolasi mandiri sudah selesai semuanya pada 6 Desember,” tambahnya.

Komisioner KPU Klaten Divisi Teknis Penyelenggaraan Samsul Huda menambahkan, pasca ada penyelenggara pemilu terkonfirmasi positif Covid-19 terdapat 10 petugas KPPS mengundurkan diri. Mereka melakukan ini agar tidak menjadi beban anggota lainnya.

“Memang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19 adalah KPPS. Mereka langsung diganti. Petugas baru harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan melengkapi persyaratan berkas-berkas administrasi. Termasuk menjalani rapid test,” ucapnya.

Ketua KPU Klaten Kartika Sari Handayani juga memastikan meski ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi tidak akan mengganggu jalannya pemungutan suara. Sekalipun dua dari tujuh anggota KPPS hingga 9 Desember masih terkonfirmasi positif Covid-19. “Meski nantinya hanya ada lima anggota KPPS, untuk kegiatan pemungutan suara masih bisa terlaksana,” tambahnya.

Kartika pun mengimbau kepada pemilih agar tidak perlu takut datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di tengah pandemi Covid-19. Mengingat disediakan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir hingga sarung tangan yang sudah disiapkan semuanya. (ren/bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news