alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

RSUD & Technopark Penuh, Siapkan RS Tangen untuk Isolasi Pasien Covid

28 November 2020, 06: 35: 56 WIB | editor : Perdana

Rumah sakit baru di Tangen dipilih untuk tempat isolasi jika RSUD penuh.

Rumah sakit baru di Tangen dipilih untuk tempat isolasi jika RSUD penuh. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen menyiapkan rumah sakit tipe D di Kecamatan Tangen sebagai alternatif untuk merawat pasien Covid-19 yang memiliki gejala sakit. Hal itu mengantisipasi melonjaknya pasien Covid-19 yang dirawat di Technopark Sragen.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan, saat ini pemkab Sragen sedang mengkaji kemungkinan menggunakan rumah sakit tipe D yang baru saja dibangun di Tangen.

”Pastinya jadi digunakan, tetapi ini masih harus dibahas lagi potensi yang bisa dioptimalkan di rumah sakit yang sudah ada, seperti RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD dr Soeratno Gemolong,” terang Dedy.

Pihaknya masih menghitung ruang yang memungkinkan untuk dioptimalkan sebagai lokasi isolasi mandiri dan perawatan. Selain dua rumah sakit pemerintah tersebut, pihaknya juga memperkirakan daya tampung di technopark. Usai terjadi lonjakan pasien, saat ini kapasitas technopark sudah ditambah menjadi 250 bed.

”Sepanjang di rumah sakit itu masih bisa, di Tangen sebagai alternatif,” imbuhnya.

Dedy menyampaikan, daya tampung rumah sakit Tangen bisa sampai 26 pasien, tentu lebih baik. Namun, saat ini masih dalam peninjauan.

”Jadi mereka yang benar-benar sakit dan harus dirawat. Kalau asimptomatis akan ditempatkan di technopark,” terang Dedy.

Saat ini, daya tampung ruang isolasi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen ada 26 pasien. Terjadi kelebihan kapasitas dan merawat 38 pasien. Sedangkan RSUD dr Soeratno Gemolong juga terisi penuh dengan 16 kapasitas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan, technopark saat ini sudah terisi 182 pasien. Penambahan bed dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus.

”Terisi 182 pasien, terakhir masuk Rabu malam pukul 23.00,” terang Hargiyanto.

Dia menyampaikan, perubahan pasien sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Ada yang menjalani isolasi mandiri sampai 14 hari, namun ada yang lebih cepat. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news