alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Besok, Waduk Gajah Mungkur Dibuka Lagi: Objek Wisata Lain Menyusul

28 November 2020, 18: 13: 40 WIB | editor : Perdana

Petugas menaiki wahana ontang-anting pada simulasi dibukanya wisata di objek wisata Waduk Gajah Mungkur, Sabtu (28/11).

Petugas menaiki wahana ontang-anting pada simulasi dibukanya wisata di objek wisata Waduk Gajah Mungkur, Sabtu (28/11). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Objek wisata Waduk Gajah Mungkur mulai dibuka kembali, besok (29/11). Simulasi dibukanya kembali Waduk Gajah Mungkur dengan penerapan protokol kesehatan telah digelar hari ini (28/11).

Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri Pranata mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri terkait dibukanya kembali objek-objek wisata di Wonogiri. Seperti diketahui, objek wisata di Kota Sukses telah ditutup sejak pertengahan Maret lalu demi meminimalkan potensi penularan Covid-19.

Menurut dia, banyak sekali dampak yang dirasakan berbagai pihak akibat ditutupnya objek wisata. Maka setelah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri, akhirnya keluarlah izin untuk dibuka kembali objek-objek wisata. Namun, dengan protokol kesehatan ketat oleh pengelola, petugas, dan pengunjung wisatawan.

"Pengelola harus menyiapkan simulasi di objek wisata masing-masing," ungkapnya di sela-sela acara simulasi pembukaan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur pada Sabtu (28/11).

Disporapar dan Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri bakal melakukan evaluasi atas simulasi yang dilakukan. Apakah objek wisata yang akan dibuka itu memenuhi persyaratan penerapan protokol kesehatan atau tidak.

"Untuk objek wisata yang dikelola oleh pemkab, seperti objek wisata Waduk Gajah Mungkur bakal dibuka mulai besok (29/11), dengan protokol kesehatan ketat," kata Pranata.

Sementara itu, simulasi dibukanya objek Wisata Waduk Gajah Mungkur dilakukan hari ini (28/11). Berdasarkan pantauan Radar Solo, sejumlah petugas mengikuti simulasi dengan protokol kesehatan ketat. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air sabun, dan jaga jarak. Para petugas dan pedagang juga telah diberi edukasi terkait pelaksanaan protokol kesehatan

Menurut Pranata, simulasi yang dilakukan di Waduk Gajah Mungkur bertujuan mengetahui kesiapan pengelola dalam membuka objek wisata. Simulasi pun dilakukan di seluruh area objek wisata andalan pemkab itu.

Diakui dia, seluruh fasilitas penunjang prokes di sana sudah mencukupi. Mulai dari tempat mencuci tangan dengan air, sabun, serta thermo gun.

"Setelah simulasi selesai, pengelola akan membersihkan beberapa area. Ditutupnya sudah cukup lama, ada beberapa tempat yang harus dibersihkan" kata dia.

Selain itu, jumlah pengunjung di sana juga akan dibatasi. Jika saat normal, jumlah pengunjung Waduk Gajah Mungkur maksimal bisa mencapai 25.000 orang. Maka, di pembukaan new normal ini pengunjung dibatasi 12.500 orang saja. Para petugas akan memantau protokol kesehatan dengan ketat. Hal itu dilakukan demi mengantisipasi kerumunan, terutama di wahana permainan.

Bagaimana dengan objek wisata lain yang juga dikelola pemkab? Dikatakan Pranata, objek wisata lain, seperti Kahyangan, Kawasan Museum Karst, Wisata Setren, Pantai Sembukan, dan Goa Putri Kencana bakal menyusul dibuka secara bertahap. Itu setelah dilakukan evaluasi pembukaan objek wisata Waduk Gajah Mungkur

Sementara untuk objek wisata yang dikelola desa dan swasta, Pranata mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pengelola.

"Mereka bisa segera melakukan simulasi di objek wisata masing-masing. Hasil simulasi nanti diberikan kepada dinas untuk kami carikan rekomendasi dari satgas, apakah objek wisata itu memenuhi syarat protokol kesehatan untuk dibuka atau tidak," jelas Pranata.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma menuturkan, semua area di objek wisata itu berisiko dalam penularan Covid-19. Namun, setiap area memiliki tingat risiko yang berbeda-beda.

Dia mencontohkan, wahana pertunjukan di dalam ruangan, seperti Omah Walik lebih berisiko dalam penularan Covid-19 dibandingkan wahana yang ada di area taman satwa. "Karena itu, protokol kesehatannya harus ketat. Pengunjungnya juga dibatasi," pungkasnya. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news