alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Rilis Satgas Covid Salah, Terjadi Dobel Data Kasus Positif di Jateng

30 November 2020, 15: 20: 29 WIB | editor : Perdana

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo. (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebut ada kekeliruan dalam rilis Satgas Covid-19 Pusat tentang penambahan kasus positif di Jawa Tengah. Pada Minggu (29/11), satgas pusat menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi tertinggi penambahan kasus aktif hingga sebanyak 2.036 kasus. Padahal berdasarkan data riil yang dimiliki Jateng, jumlah penambahan kasus di hari itu hanya 844 orang.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengaku kaget dengan rilis yang dikeluarkan satgas pusat tersebut. Apalagi disebut menjadi yang tertinggi, dengan dasar data yang tak sesuai dengan milik Jateng.

“Dikatakan dalam rilis itu Jateng tertinggi di Indonesia pada tanggal 29 November dengan jumlah kasus 2.036. Ini berbeda jauh dari data kami, yang hanya 844 penambahannya,” kata Yulianto saat ditemui di kantornya, Senin (30/11).

Setelah ditelusuri, ternyata terjadi dobel data dalam rilis Satgas Covid-19 Pusat, sehingga menjadi sebanyak 2.036 kasus. Bahkan ditemukan sebanyak 519 data yang dobel dalam rilis oleh pemerintah pusat itu.

“Selain itu, juga kami temukan 75 orang yang pada minggu sebelumnya sudah dirilis, kemarin dirilis lagi.  Untuk temuan 519 yang dobel data itu, ada satu nama yang ditulis sampai empat hingga lima kali sehingga total data yang dobel sebanyak 694 kasus. Itu hari itu saja, ya saat rilis Jateng tambah 2.036,” jelasnya.

Yulianto mencontohkan, dobel data terjadi di Kendal. Di mana dalam rilis pusat, ada satu nama pasien yang ditulis sampai lima kali. Tak hanya dobel data, Yulianto juga menemukan banyak kasus lama yang dimasukkan dalam rilis Satgas Covid-19 pada 29 November itu. Dari data itu, ternyata banyak yang sebenarnya sudah diinput pada Juni lalu.

“Jadi, dari jumlah penambahan kasus yang disebut Satgas Covid-19 sebanyak 2.036 itu, ternyata ada dobel data banyak.  Selain itu, kasusnya juga sudah lama. Bahkan sudah beberapa bulan yang lalu baru dirilis kemarin,” tegasnya.

Terkait persoalan perbedaan data tersebut, Yulianto mengatakan sudah berkali-kali berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pusat. Tujuannya agar data yang ada bisa sinkron sehingga tidak membuat resah masyarakat.

“Kami terus komunikasi dengan pusat terkait perbaikan data ini. Kami meminta agar pusat mengambil saja data di website kami, corona.jatengprov.go.id karena itu sudah pasti benar. Ini saran yang kami sampaikan ke pusat agar menjadi perhatian,” papar dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak resah dengan peningkatan kasus positif Covid-10 di Jateng seperti yang dirilis pemerintah pusat. Ia mengatakan bahwa masyarakat bisa mengakses data kasus Covid-19 lewat situs https://corona.jatengprov.go.id.

“Karena kawan-kawan selalu melakukan update data, maka pemprov secara terbuka menyampaikan kepada publik melalui situs resmi itu,” katanya.

Ganjar juga membenarkan adanya perbedaan data antara pemerintah pusat dengan daerah. Untuk itu, sampai saat ini timnya sedang berupaya menyinkronkan data.

“Bagian data dinkes selalu komunikasi dengan pengelola data di Kemenkes dan satgas agar rilis data tidak berbeda terlalu banyak,” pungkasnya. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news