alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Testing Covid Jateng Lampaui Target WHO, Tembus 70.000 Tes Lebih

30 November 2020, 17: 05: 49 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Share this      

SEMARANG – Upaya tracing yang dilakukan Jawa Tengah, salah satunya dengan tes Covid-19 terus digencarkan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan jumlah testing di Jateng telah melampaui target tes yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Dalam standar tes Covid-19 yang ditetapkan WHO, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah 1 per 1.000 penduduk per pekan. Dengan jumlah penduduk Jawa Tengah sekitar 34 juta, maka standarnya ada 34.000 orang yang dites.

“Jumlah testing PCR di Jawa Tengah pada minggu ke-48 adalah 70.053 tes. Padahal sesuai target WHO yang mensyaratkan 1 per 1.000 penduduk per minggu, seharusnya hanya 34.000 warga yang dites.  Jadi, jumlah tes kita dua kali lebih tinggi dari target WHO,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, Senin (30/11).

Tak dimungkiri, tingginya jumlah tes di Jateng ini tentu juga berpengaruh pada tingginya angka temuan kasus positif Covid-19. Sebab semakin banyak tes yang dilakukan, maka akan semakin banyak kasus yang ditemukan.

“Ini yang perlu diketahui masyarakat. Jadi masyarakat harus paham, kalau kasus ditemukan banyak karena tesnya banyak, itu hal yang positif. Artinya, kita semua bisa tahu lebih dini, sehingga bisa memberikan respons yang lebih cepat. Kalau jumlah tesnya sedikit, tentunya yang diketahui hasilnya sedikit,” jelas Yulianto.

Oleh karena itu, upaya menggejot testing sesuai target WHO sepertinya tidak dilakukan oleh semua daerah di Indonesia. Sebab, masih banyak provinsi lain yang belum mencapai target tes yang ditetapkan WHO itu.

Dari data Satgas Covid-19 Pusat menyebutkan, pada pekan kedua November lalu, jumlah tes PCR di Jawa Tengah sudah mencapai 1.416 tes. Jumlah itu lebih tinggi dibanding denga Jawa Barat yang hanya melakukan tes sebanyak 789 tes PCR per pekan dan Jawa Timur sebanyak 820 tes sepekan.

“Provinsi lain memang belum banyak yang sudah sesuai target WHO. Yang tidak mencapai itu masih banyak. Itu hanya perbandingan saja, ukurannya itu kan 1 per 1.000 penduduk per minggu,” tegasnya.

Yulianto juga menyebut sisi positif lainnya dari tingginya testing Covid-19 tak yang bisa berdampak pada makin banyaknya temuan kasus positif. Yakni penanganan lebih dini pasien Covid-19 sehingga bisa menekan angka kematian. 

“Terbukti angka kematian di Jawa Tengah tiap minggunya terus turun,” jelasnya.

Berdasarkan data, pada pekan ke-44 angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 5,11. Angka itu terus mengalami penurunan di  4,94 pada pekan ke-45. Kemudian, turun lagi menjadi 4,62 pada pekan ke-46, turun 4,49 pada pekan ke-47, dan sekarang menjadi 4,25.

“Jadi semakin dini ditemukannya kasus positif dengan peningkatan testing itu, maka treathmentnya semakin bagus,” terangnya.

Sementara itu, meski terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah, Yulianto menegaskan, kondisi fasilitas kesehatan masih aman. Tempat tidur di rumah sakit, ruang ICU hingga tempat-tempat isolasi lainnya masih mencukupi.

Saat ini disiapkan 6.000 tempat tidur isolasi di rumah sakit, dengan keterisian 74 persen. Kemudian ada 500 ICU, dengan keterisian 44 persen. 

“Sebenarnya total tempat tidur rumah sakit di Jateng itu ada 36.000 dan semuanya bisa dipakai untuk isolasi perawatan Covid-19, termasuk tempat lainnya,” ucap Yulianto.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan akan terus menggenjot testing di Jawa Tengah. Menurutnya, hanya dengan cara itu maka rantai penyebaran Covid-19 akan bisa diputuskan. Meski dampaknya jumlah kasus positif di Jateng akan terus meningkat. “Testing tidak boleh berhenti,” katanya.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, Ganjar juga menggandeng tokoh-tokoh agama hingga tokoh masyarakat untuk ikut memberi edukasi terkait disiplin protokol kesehatan. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news