alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

32 Anak di Klaten Terinveksi HIV/AIDS, Total Tembus 1.000 Kasus

01 Desember 2020, 12: 43: 09 WIB | editor : Perdana

Pelatihan pemulasaraan jenazah infeksius, termasuk memiliki riwayat HIV/AIDS di Klaten, kemarin (30/11).

Pelatihan pemulasaraan jenazah infeksius, termasuk memiliki riwayat HIV/AIDS di Klaten, kemarin (30/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kasus HIV/AIDS di Klaten menyentuh angka 1.000 orang, sesuai temuan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten periode 2007-2020. Dari jumlah itu, 32 kasus di antaranya anak dengan HIV/AIDS (ADHA).

Data KPA Klaten, penularan mayoritas akibat transmisi seksual. Baik heteroseksual maupun homoseksual, yang mencapai 90 persen dari total kasus. Selain itu, ada juga penularan dari ibu ke bayi maupun jarum suntik narkoba di awal-awal temuan kasus HIV/AIDS.

“Penyebaran HIV/AIDS karena transmisi seksual, disebabkan sering gonta-ganti pasangan tidak sah. Mengingat yang bersangkutan tidak setia kepada pasangannya. Ada juga yang berhubungan seks sesama jenis,” kata pegiat KPA Klaten Amin Bagus Panuntun.

Banyaknya temuan kasus HIV/AIDS, lanjut Amin, setelah muncul kesadaran memeriksakan diri. Didukung layanan kesehatan pengecekan HIV/AIDS pada ibu hamil (bumil). Ada juga yang baru merasakan sakit, lalu memeriksakan diri ke rumah sakit.

“Inisiatif tidak hanya datang dari orang dengan HIV/AIDS (ODHA) saja, Tetapi juga petugas kesehatan. Misalnya mengalami sakit, tetapi tidak sembuh-sembuh setelah diberi obat. Kemudian ketika dicek, ternyata yang bersangkutan HIV/AIDS,” imbuhnya.

Ironisnya lagi, ada temuan 32 ADHA. Dari jumlah itu, 18 di antaranya berhasil terdeteksi keberadaannya oleh KPA. Belasan anak ini dirawat keluarga masing-masing. Hak pendidikan, kesehatan, dan sebagainya masih terpenuhi.

“Jangan diskriminasi ODHA. Sebisa mungkin menerima mereka dan selalu memberikan motivasi untuk minum obat. Soalnya kalau ODHA tetap minum obat secara rutin, mereka masih bisa beraktivitas normal,” ucapnya.

Amin mengingatkan kepada ODHA supaya lebih semangat dan tidak putus meminum obat antiretroviral (ARV). Mengingat manfaat minum obat itu sangat besar. Sekaligus menurunkan risiko penularan pada orang lain.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto mengapresiasi kesadaran warga Klaten yang bersedia memeriksakan diri dengan tes HIV/AIDS. 

“Upaya menekan kasus HIV/AIDS di Klaten tetap dengan preventif. Termasuk mengimbau masyarakat agar tidak berhubungan seks sebelum menikah. Tetap setia dengan pasangan. Tidak mengonsumsi narkoba dan obat-obatan. Serta mengedukasi sistem reproduksi,” tandasnya. (ren/fer/ria)

Data HIV/AIDS Di Klaten

Total kasus: 1.000

HIV: 537

AIDS: 463

Meninggal: 109

(Sumber: KPA Klaten periode 2007-September 2020)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news