alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Uji Coba PTM Jenjang SD Terganjal Izin Orang Tua

01 Desember 2020, 22: 32: 18 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Siswa kelas VI SDN 1 Klaten jalani pembelajaran tatap muka pedana, Selasa (1/12).

Siswa kelas VI SDN 1 Klaten jalani pembelajaran tatap muka pedana, Selasa (1/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Uji coba perdana pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang sekolah dasar (SD) di Klaten digeber Selasa (1/12). Diisi kegiatan tes akhir semester. Per kecamatan hanya lima SD yang jadi pilot project. Sayangnya, belum semua orang tua mengizinkan buah hatinya mengikuti uji coba PTM.

Uji coba PTM hanya bagi SD yang siap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sesuai arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten. Salah satunya SDN 1 Klaten. Awalnya, menyasar siswa kelas IV, V, dan VI. Sayang, uji coba perdana kemarin hanya diikuti siswa kelas IV dan VI.

Sebagai gambaran, uji coba diikuti 60 siswa kelas IV dan 62 siswa kelas VI. Sayang, dari jumlah itu, baru delapan siswa yang dapat izin dari orang tua.

“Siswa kelas V belum ada yang masuk. Kami tidak memaksa. Karena syaratnya harus ada izin dari orang tua. Mudah-mudahan ke depan siswa yang datang ke sekolah semakin bertambah,” terang Kepala SDN 1 Klaten Sri Subekti saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, siswa masuk pukul 07.30. Diisi tes akhir sekolah. Siswa mengerjakan dua mata pelajaran (mapel). “Ada jeda istirahat bagi siswa. Dimanfaatkan untuk mengonsumsi bekal yang dibawa dari rumah. Makannya di meja masing-masing,” imbuh Sri.

Penerapan protokol kesehatan (prokes) di SDN 1 Klaten terbilang ketat. Siswa wajib mengenakan masker, cek suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak. “Harapannya, anak-anak lebih siap saat pembelajaran tatap muka serentak dimulai Januari 2021. Sesuai anjuran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ucapnya.

Bagi siswa yang tidak ikut uji coba PTM, diarahkan mengerjakan tes akhir sekolah di rumah masing-masing. Soal diambil orang tua di sekolah. Hasilnya dikumpulkan sesuai waktu yang ditentukan.

“Saya rasa aman. Karena diterapkan jaga jarak. Apalagi anak saya memang ingin bertemu teman-temannya dan guru,” ujar Dewi Sun, orang tua murid yang menunggui buah hatinya di sekolah.

Sementara itu, Kepala Disdik Klaten Wardani Sugiyanto menyebut uji coba PTM telah melalui ppersiapan matang dan panjang. Berkaca keberhasilan uji coba PTM di 5 SMP. Berlanjut ke 53 SMP lainnya.

“Alhamdulillah tidak menimbulkan klaster, khususnya di dunia pendidikan. Sebelumnya sudah kami terapkan berbagai pelatihan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sejak April, Mei, dan Juni. Baik untuk guru, siswa, dan orang tua,” tandasnya.

Wardani menambahkan, tidak semua kecamatan diperbolehkan uji coba PTM jenjang SD. Seperti eks Kawedanan Jatinom. Tidak ada satu pun SD yang jalani uji coba. Sesuai kebijakan stakholder setempat. (ren/fer)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news